Kemenkop mendorong koperasi agar tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri membangun pabrik crude palm oil (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi menargetkan gerakan koperasi nasional memiliki kilang minyak goreng sendiri pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia yang digelar Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) di Jakarta, Rabu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan koperasi petani sawit perlu memperluas kegiatan usaha dari pengelolaan perkebunan hingga pengolahan hasil menjadi produk bernilai tambah, termasuk minyak goreng.
“Melalui strategi penguatan ekonomi kerakyatan, Kemenkop mendorong koperasi agar tidak lagi berhenti pada pengelolaan kebun hulu, melainkan mandiri membangun pabrik crude palm oil (CPO) hingga kilang minyak goreng sendiri,” kata Ferry dalam siaran pers kementerian.
Ferry menyebut pengembangan hilirisasi berbasis koperasi diperlukan agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari rantai industri sawit, yang selama ini didominasi korporasi besar.
Ia mencontohkan koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang telah mengelola pabrik CPO berkapasitas 60 ton per jam sebagai salah satu model pengembangan industri sawit berbasis koperasi.
Menurut Ferry, produk minyak goreng yang nantinya dihasilkan koperasi direncanakan dipasarkan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Baca juga: Kemenkop siapkan regulasi usaha koperasi di bidang perumahan
Baca juga: Kemenkop: Penguatan kreativitas inovasi fondasi keberlanjutan koperasi
“Jadi, pasarnya sudah punya, outlet-nya sudah punya. Kita bisa bayangkan ada puluhan ribu outlet Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bisa menjual minyak goreng milik koperasi sendiri,” ucap dia.
Selain mendorong hilirisasi, Kementerian Koperasi juga mengajak Apkasindo menjalin kemitraan dengan PT Agrinas Palma Nusantara melalui skema kemitraan plasma.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk melibatkan koperasi dalam pengelolaan lahan hasil penertiban Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati petani sawit.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kekompakan petani dan penguatan hilirisasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat.
Rachmat meminta para petani plasma menjaga solidaritas, termasuk dalam menjaga stabilisasi harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani agar tidak mudah tergiur menjual murah ke pihak luar.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menegaskan komitmen asosiasi dalam menjalankan dua fungsi strategis organisasi: sebagai mitra pemerintah dalam mengawal regulasi yang berpihak pada petani dan menjadi jembatan antara kepentingan petani, pengusaha dan negara.
Baca juga: Kemenkop dorong peningkatan kesejahteraan nelayan pesisir
Baca juga: Kemenkop dukung Pinsar perkuat ekosistem peternak melalui KDKMP
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Shofi Ayudiana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira