Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Jakarta meningkat dari di bawah 5 persen dalam dua hingga tiga tahun lalu menjadi lebih dari 26 persen saat ini, yang menunjukkan penguatan upaya eliminasi TBC.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa selama ini upaya penanggulangan TBC di Indonesia relatif baik dalam pengobatan pasien. Namun, aspek pencegahan melalui pelacakan kontak erat dan pemberian obat pencegahan masih perlu diperkuat.
âJakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,â dia menambahkan.
Dengan begitu, katanya, kasus baru bisa dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit.
Baca juga: Kemenkes: Pengobatan TB Jakarta lampaui 90 persen, namun TPT 40 persen
Saat melakukan monitoring dan evaluasi program pemberantasan TBC di Kecamatan Taman Sari, Wamenkes mengapresiasi peningkatan cakupan pemberian TPT di DKI Jakarta yang telah mencapai lebih dari 26 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemajuan penting dalam memperkuat upaya pencegahan TBC.
Benny juga menyoroti tantangan pelacakan kontak erat di Jakarta, terutama karena banyak masyarakat memiliki aktivitas pekerjaan di luar rumah. Karena itu, diperlukan strategi kolaboratif antara pemerintah daerah, Puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah wilayah agar penemuan kasus dan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, Kemenkes mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta optimalisasi pelacakan kontak erat dan pemberian obat pencegahan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa dukungan Kemenkes dan program penelusuran TBC terintegrasi dengan JKG menjadi momentum untuk mempercepat pencapaian target pengendalian TBC di Jakarta.
"Tantangan berikutnya adalah memperkuat pencegahan agar kasus TBC tidak terus muncul pada tahun-tahun berikutnya," katanya.
Baca juga: BPOM terbitkan izin edar bagi 43 obat TB selama 2024-2026
Baca juga: Pemkot Jakpus beri penilaian Kampung Siaga TBC di delapan kecamatan
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mecca Yumna Ning Prisie
At a glance
- Topic
- World
- Country
- đźđ© ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira