Badung (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadikan Konferensi Asia-Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) sebagai wadah kolaborasi regional untuk mengatasi ketimpangan distribusi sumber daya manusia (SDM) kesehatan di kawasan Asia Pasifik.

"Jadi memang untuk mengatasi adanya imbalance distribution ini memang ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh negara-negara, pertama memang harus ada yang namanya regulasi sebagai penegakan hukum, untuk mengatur," kata Ketua AAAH 2024-2026 yang juga Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Anna Kurniati dalam Konferensi AAAH ke-14 di Badung, Bali, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan ketimpangan distribusi SDM kesehatan tidak hanya dialami Indonesia, melainkan dialami hampir seluruh negara di kawasan Asia Pasifik karena tenaga kesehatan cenderung memilih bekerja di wilayah perkotaan.

Selain penegakan regulasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut membantu melakukan pemetaan regional untuk mendeteksi konsentrasi keberadaan tenaga kesehatan di setiap wilayah.

Menurutnya, perencanaan SDM kesehatan menjadi instrumen yang sangat krusial untuk mengukur sejauh mana tingkat ketimpangan distribusi tenaga kesehatan yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Kemenkes paparkan upaya pemenuhan SDM kesehatan dalam Konferensi AAAH

Pemerintah juga mendorong pemberlakuan sistem insentif berbasis kinerja maupun biaya hidup, serta jaminan pengembangan kompetensi bagi tenaga medis yang bersedia bertugas di kawasan terpencil.

"Kemudian satu hal lagi yang juga penting adalah pemerintah setempat, apakah itu pemerintah pusat atau lokal memastikan di mana tenaga kesehatan itu bekerja, lingkungan kerjanya harus aman, nyaman, dan juga mereka diperhatikan kesejahteraannya," ujar Anna.

Ia menyebutkan bahwa berbagai rumusan konkret yang dihasilkan Konferensi AAAH disusun berdasarkan pengalaman terbaik masing-masing negara anggota agar dapat direplikasi oleh negara lain yang membutuhkan.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan 22 negara anggota tersebut, Kemenkes dan AAAH menyepakati kerangka kerja bersama bertajuk Competence and Commitment Build a Resilient Health Workforce.

Kerangka tersebut menegaskan bahwa kompetensi dan komitmen merupakan fondasi utama dalam membangun SDM kesehatan yang tangguh di masa depan.

Baca juga: Kemenkes: 22 negara kolaborasi atasi tantangan pemenuhan SDM Kesehatan

Anna menambahkan bahwa ini sesuai arahan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono tentang pentingnya kepedulian serta kolaborasi.

"SDM Kesehatan di masa depan tidak hanya harus memiliki kompetensi juga komitmen, tetapi memang penting sekali memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang harus dilayaninya, mampu bekerja secara lintas profesi, bahkan juga memperkuat kerja sama antarinstitusi maupun negara," tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, konferensi menyepakati tiga pilar fokus utama yang meliputi tata kelola dan kepemimpinan, pendidikan transformatif dan kesejahteraan, serta transformasi digital.

Pilar tata kelola berfokus pada penyediaan data yang andal untuk merencanakan kebutuhan tenaga medis, pilar pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga kesehatan yang adaptif dan terjamin kesejahteraannya, dan pilar transformasi digital diarahkan untuk memperkuat sistem pengambilan keputusan berbasis data serta memperluas pemanfaatan teknologi moderen hingga ke daerah terpencil.

Konferensi AAAH turut membahas tata kelola mobilitas tenaga kesehatan internasional agar pergerakan tenaga medis antarnegara berjalan secara bertanggung jawab dan saling menguntungkan.

Anna menekankan bahwa kerja sama migrasi tenaga kesehatan harus mampu melindungi para pekerja medis dan mendukung pengembangan karier tanpa memperburuk krisis SDM di negara asal.

Baca juga: Wamenkes dorong kolaborasi UKI siapkan SDM kesehatan menuju 2045

Baca juga: Indonesia-Brunei perkuat sinergi kualitas SDM kesehatan di ASEAN

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ni Putu Putri Muliantari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira