Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan penguatan jejaring laboratorium dengan pendekatan hub and spoke serta mendengarkan masukan dari pelanggan dapat meningkatkan efisiensi layanan pemeriksaan dan mendukung mutu penanganan medis.

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan di Jakarta, Rabu, bahwa kecepatan, akurasi, dan mutu pemeriksaan laboratorium harus terus dijaga, sebab layanan diagnostik merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan, mengingat hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi kesehatan serta menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Menurutnya, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kemampuan penyedia layanan memahami dan menindaklanjuti masukan pengguna. Karena itu, dia pun mendorong Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) untuk terus meningkatkan mutu pelayanan laboratorium dengan mendengarkan kebutuhan dan pengalaman pelanggan.

“Secanggih apapun teknologi dan fasilitas yang kita miliki, itu saja tidak cukup untuk menjamin mutu pelayanan. Kita perlu mendengarkan pengalaman pelanggan dan memahami kebutuhan mereka. Masukan pelanggan harus diterima, dianalisis, ditindaklanjuti, dan disampaikan kembali perkembangannya agar mereka tahu bahwa masukannya menghasilkan perubahan,” ujar Dante.

Dia pun berharap semangat dari BB Binomika Customer Forum 2026 bertema Listen, Connect, Improve enjadi budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan yang membuat masyarakat puas atau kecewa. Namun, kita bisa mulai dari hal-hal yang berada dalam kendali kita, salah satunya membangun empati kepada pelanggan. Mari hadirkan pelayanan yang membuat masyarakat merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia,” kata Prof. Dante.

BB Binomika merupakan laboratorium rujukan nasional yang memiliki teknologi genomic sequencing serta berperan sebagai penyelenggara Pemantapan Mutu Eksternal (PME) untuk membantu laboratorium lain menjaga dan meningkatkan kualitas pemeriksaan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Sunarto mengatakan BB Binomika memiliki peran yang lebih luas dari sekadar pemeriksaan genomik.

“Sebagai pengembangan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan, BB Binomika tetap menjalankan berbagai fungsi laboratorium kesehatan, termasuk pengendalian mutu eksternal,” ujar dr. Sunarto.

Pihaknya mendorong penguatan jejaring laboratorium dengan pendekatan hub and spoke agar fasilitas kesehatan dapat saling bekerja sama dalam pemanfaatan alat, pemeriksaan, dan rujukan laboratorium secara lebih efisien.

Kepala BB Binomika Indri Rooslamiati menjelaskan, forum ini menjadi pertemuan pertama BB Binomika sekaligus momentum memperkuat hubungan dengan pelanggan dan mitra strategis. Kegiatan yang diikuti sekitar dua ratus peserta secara luring dan daring ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan layanan, menyerap kebutuhan pengguna, serta membangun komunikasi dan kepercayaan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan empat mitra strategis, yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), IASMED, NGI dan Pandu Biosains.

Baca juga: Menkes: ACT perluas akses layanan kesehatan

Baca juga: Kemenkes ungkap perawatan diri pilar utama kesehatan Indonesia

Baca juga: Kemenkes tetapkan lima agenda KKI kuatkan mutu layanan kesehatan RI

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Mecca Yumna Ning Prisie

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira