Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan segera memanggil perusahaan truk molen yang mengalami kecelakaan di Bekasi, Jawa Barat, setelah kendaraan diketahui tidak menjalani uji berkala selama enam tahun berturut-turut.
"Dalam hal ini, Ditjen Perhubungan Darat akan memanggil perusahaan untuk melakukan klarifikasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan terkonfirmasi di Jakarta, Senin.
Aan menyampaikan Kemenhub akan melakukan pembinaan terkait kewajiban pengujian berkala dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan turut prihatin dan berduka cita atas kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu kendaraan truk molen bermuatan semen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, Jawa Barat pada hari Minggu (1/11).
Berdasarkan informasi petugas di lapangan, kata Aan, kendaraan truk bernomor polisi B 9548 MV tersebut melaju dari arah Timur menuju arah barat dan diduga kehilangan kendali sehingga menabrak kerumunan warga yang berada di kiri jalan.
Saat ini tengah dilakukan pendalaman penyebab terjadinya kecelakaan oleh petugas kepolisian, petugas Dinas Perhubungan setempat, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Berdasarkan hasil pengecekan Ditjen Perhubungan Darat, truk molen yang terlibat kecelakaan tidak melakukan uji berkala kendaraan atau uji KIR selama enam tahun.
Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota menangani kecelakaan truk molen yang menabrak halte di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, dan mengakibatkan enam orang meninggal dunia, Minggu (1/11).
“Pengemudi menerangkan bahwa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan karena tidak dapat melakukan pengereman,” kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Rojali di lokasi kejadian.
Rojali mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Truk molen tersebut melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang.
Baca juga: Polres Bekasi amankan sopir truk sebabkan enam warga meninggal dunia
Berdasarkan keterangan pengemudi dan sejumlah saksi, truk tidak terkendali saat melintasi jalan menurun di jembatan depan kampus BSI.
Pengemudi sempat berupaya menghentikan kendaraan dengan menabrakkan truk ke tembok gerbang kampus BSI. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga truk bermuatan adonan semen itu menabrak 12 orang yang sedang berada di halte.
“Korban saat kejadian memang sedang menunggu bus di halte. Enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Rojali.
Enam korban meninggal dunia telah dievakuasi ke dua rumah sakit. Satu korban dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang, sedangkan lima lainnya dibawa ke RSUD Kota Bekasi.
Sementara itu, enam korban luka-luka menjalani perawatan di rumah sakit berbeda. Empat korban dirawat di RS Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawa Panjang.
“Total korban ada 12 orang, terdiri atas perempuan, laki-laki, hingga anak-anak,” katanya.
Polisi telah mengamankan pengemudi truk untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Baca juga: Kemenhub perkuat kepatuhan angkutan bus demi tingkatkan keselamatan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Harianto
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira