Sertifikasi kompetensi bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi merupakan proses untuk memastikan bahwa pengetahuan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif (Pusbang SDM Ekraf) menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Subsektor Fesyen dengan Skema Asisten Junior Designer di Science Theater Perpustakaan Taman Pintar, Yogyakarta, pada 31 Oktober-2 November 2026.

Plt. Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi Kementerian Ekraf, Mochammad Nurul Huda, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme peserta serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di subsektor fesyen.

“Sertifikasi kompetensi bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi merupakan proses untuk memastikan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dimiliki telah sesuai dengan standar kompetensi yang berlaku,” ujar Huda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sebanyak 30 peserta terlibat dalam pelatihan ini untuk mengasah keterampilan di bidang perancangan fesyen sekaligus memperoleh pengakuan atas kompetensi profesional yang dimiliki.

Huda mengatakan asesmen serta hasil dari proses sertifikasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan profesionalisme peserta, memperkuat daya saing sumber daya manusia di subsektor fesyen, serta memperluas kesempatan dalam mengembangkan karier dan peluang usaha di industri fesyen.

Pada pelaksanaan kegiatan ini peserta didampingi oleh 2 asesor yaitu Dini Mirawati dan Listya Candrawati, dari LSP Mode Indonesia.

Rangkaian kegiatan sertifikasi meliputi 3 tahap yaitu Ujian Praktik Desain Fesyen, Sesi Wawancara 1 on 1 peserta dengan asesor untuk memaparkan, menjelaskan, dan mempertahankan desain yang telah dibuat setelah mendapatkan pelatihan selama 2 hari, serta Uji Kompetensi dengan format Pertanyaan Pilihan Ganda.

Kegiatan sertifikasi ditutup dengan pengumuman hasil asesmen dan seluruh peserta dinyatakan kompeten. Salah satu peserta sertifikasi yaitu Erna Zurnimawati, menyampaikan bahwa ia telah lama menunggu adanya kesempatan ini, yaitu pelatihan dan sertifikasi bidang fesyen yang akan mendukung kompetensinya dalam usaha yang selama ini telah ia jalankan.

“Saya memiliki usaha konveksi skala kecil yaitu Nena Collection yang sudah berdiri sejak tahun 2000 dan telah mengalami pasang surut ekonomi dihantam bencana gempa 2006, pandemi Covid-19, namun alhamdulillah masih dapat bertahan hingga saat ini”, ujar Erna.

Sebagai penyintas gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 yang kehilangan tempat tinggalnya di Kabupaten Bantul, Erna terinspirasi untuk memanfaatkan limbah kain yang tidak terpakai menjadi produk bernilai guna.

Melalui Nena Collection, Erna menerapkan prinsip produksi minim limbah sekaligus pemberdayaan inklusif. Saat ini, tiga dari 13 karyawan yang bekerja di usahanya merupakan penyandang disabilitas.

Produk Nena Collection telah dipasarkan di dalam negeri dan secara rutin diekspor ke sejumlah negKemenekraf gelar pelatihan dan sertifikasi pelaku fesyen di Yogyakartaara, termasuk Jepang.

Baca juga: Shopee & Kemenekraf ajak 200 santri kuasai keterampilan digital

Baca juga: Kemnaker perkuat pelindungan-kompetensi bagi pekerja musik nasional

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fitra Ashari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira