Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersiasat untuk memperluas akses pendanaan bagi para pengembang gim lokal di Indonesia guna mendukung mereka mengoptimalkan pengembangan bisnis.
Dalam acara "Tencent White Paper Launch" di ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis, Direktur Gim Kemenekraf Luat Sihombing menyampaikan bahwa pemerintah menggencarkan promosi penggunaan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dana dari perbankan.
"Dalam hal pendanaan, Pemerintah RI telah menetapkan regulasi bagaimana IP bisa menjadi kolateral sehingga bisa mendapat pinjaman dari bank," katanya.
"Kami terus mendorong dan membagikan pengetahuan tentang bagaimana mengoptimalkan mekanisme ini sebagai salah satu opsi pendanaan perusahaan IP," ia menambahkan.
Luat mengemukakan perlunya peningkatan pemahaman pengembang gim dan penyedia layanan pembiayaan mengenai ketentuan pendanaan berbasis jaminan IP serta mekanismenya.
"Antara pemberi pinjaman dan pengguna masih harus banyak melakukan penyesuaian. Mereka perlu saling memahami apa saja risikonya, manfaat yang bisa diperoleh, serta secara teknis berapa durasi pengembalian pinjaman ini," katanya.
"Model bisnis pinjaman bank ini cukup berbeda dengan yang biasanya diakses oleh teman-teman developer, yakni pendanaan melalui penerbit atau angel investment," ia menambahkan.
Baca juga: Teknologi gamifikasi jadi media promosi produk kreatif dan wisata RI
Selain mempromosikan pemanfaatan IP sebagai jaminan untuk mengakses pendanaan, Kemenekraf berkolaborasi dengan kementerian lain untuk menghadirkan dukungan pendanaan.
"Misalnya ada Dana Kebudayaan yang juga disediakan untuk industri gaming. Saat ini sudah ada beberapa pengembang di Indonesia yang berhasil mendapatkan dana tersebut," kata Luat.
Program Dana Indonesia Raya menurut informasi di situs web resmi Kementerian Kebudayaan bisa menyediakan dana Rp200 juta bagi pengembang independen atau perseorangan serta dana Rp1,5 miliar bagi lembaga atau perusahaan.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendata kebutuhan dan kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha pengembangan gim supaya bisa menghadirkan solusi melalui kebijakan dan program pemerintah.
"Kami secara aktif mencoba mendaftar apa saja yang menjadi kebutuhan serta masalah yang dihadapi industri saat ini, untuk kemudian kami memberikan penyelesaiannya melalui berbagai kebijakan dan program-program kementerian," kata Luat.
Baca juga: Kemenekraf fasilitasi penjajakan kolaborasi untuk perkuat industri gim
Baca juga: Kemenekraf libatkan pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem gim
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Livia Kristianti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira