Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan The Education University of Hong Kong (EdUHK) meluncurkan Joint Centre for English Language Education and Leadership guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan Bahasa Inggris.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti di Jakarta, Jumat, menyampaikan pembentukan Joint Centre for English Language Education and Leadership memiliki arti strategis bagi Kemendikdasmen sebagai bagian dari pendidikan karena sejalan dengan upaya pihaknya dalam memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
“Ini sangat strategis dan sangat penting, bukan hanya untuk UPI, tetapi juga untuk kita sebagai kementerian, sebagai pengguna, atau mungkin kita bisa bilang bagian dari agen pendidikan, terutama untuk perbaikan Bahasa Inggris,” ujar Mendikdasmen Mu'ti.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kesiapan guru SD mengajar Bahasa Inggris
Mu’ti menjelaskan pihaknya mulai mengupayakan pembelajaran Bahasa Inggris sejak kelas tiga sekolah dasar.
Kebijakan tersebut, kata dia, didasarkan pada pentingnya Bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi dan bahasa yang banyak digunakan di dunia.
Guna mendukung pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga menyiapkan program pelatihan bagi guru sekolah dasar. Namun, upaya tersebut tidak berhenti pada penyediaan guru, melainkan perlu diikuti peningkatan kompetensi dan kemampuan profesional guru dalam mengajar bahasa Inggris.
Sementara itu, Presiden The Education University of Hong Kong John Lee Chi-Kin menyampaikan pusat kolaborasi tersebut merupakan hasil kemitraan antara EdUHK dan UPI.
Melalui kerja sama ini, kedua universitas berharap dapat menggabungkan kekuatan, pengalaman, serta keunggulan masing-masing untuk memajukan pendidikan bahasa Inggris dan mengembangkan kepemimpinan pendidikan.
“Kami berharap dapat menggabungkan kekuatan, pengalaman, serta keunggulan kedua universitas. Bersama-sama, kita dapat memajukan pendidikan Bahasa Inggris, mengembangkan kepemimpinan pendidikan, serta menciptakan lebih banyak peluang bagi para pendidik dan peserta didik,” ujar John Lee.
Sementara itu, Rektor UPI Didi Sukyadi menyebut pembentukan pusat tersebut sebagai panggilan nasional untuk mendukung rencana pemerintah memperkenalkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran bagi peserta didik sekolah dasar mulai kelas tiga.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat kompetensi guru SD mengajar Bahasa Inggris
Baca juga: Kemendikdasmen siap beri pelatihan intensif Bahasa Inggris bagi guru
Ia menjelaskan tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya guru Bahasa Inggris di sekolah dasar secara memadai.
Karena itu, guru kelas yang telah ada perlu mendapatkan pelatihan agar mampu mengajarkan Bahasa Inggris.
Didi menjelaskan jika fokus utama yang akan dikembangkan melalui pusat kolaborasi tersebut, yaitu pelatihan guru, penelitian dan pengembangan, serta penyediaan materi pembelajaran. UPI juga akan berkontribusi dalam pelatihan bagi para pelatih (training of trainers).
Melalui dukungan EdUHK, kerja sama itu turut membuka peluang pemanfaatan perangkat berbasis kecerdasan AI untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik secara berkala.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira