Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas penginternasionalan Bahasa Indonesia di Rusia melalui penguatan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), kerja sama akademik, dan pengembangan jejaring Indonesianis.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengatakan penginternasionalan Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah pemelajar, namun juga memperluas fungsi bahasa Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan global.
“Penginternasionalan Bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya menambah jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global,” kata Atip dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Senin.
Baca juga: Wamendikdasmen soroti internasionalisasi Bahasa Indonesia di Rusia
Ia mengatakan kongres bertema Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan itu diikuti sekitar 140 mahasiswa, akademisi, pengajar, dan Indonesianis untuk membahas pengembangan Bahasa Indonesia di tingkat internasional.
Atip menilai Rusia memiliki potensi besar sebagai mitra pengembangan Bahasa Indonesia, terutama karena tradisi akademik negara tersebut dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya.
Menurut dia, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa dan akademisi, penelitian bersama, penguatan program BIPA, serta penerjemahan karya sastra Indonesia.
Upaya itu, lanjutnya, sejalan dengan Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025–2045 yang telah disusun pemerintah untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia di tingkat global.
Lebih lanjut, ia mengatakan Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI) meningkat dari 51,44 pada tahun 2024 menjadi 52,99 pada 2025, sementara pemerintah menargetkan indeks tersebut mencapai 55,87 pada 2029.
Hingga Oktober 2026, katanya, program BIPA telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara dengan lebih dari 234.000 pemelajar aktif.
Khusus di Rusia, kata Atip, kelas BIPA yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow diikuti 149 pemelajar.
Baca juga: Tingkatkan penutur Bahasa Indonesia, program BIPA dibuka di Rusia
Baca juga: Bangga ajarkan bahasa Indonesia di Rusia
Ia menambahkan pengakuan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 menjadi modal penting untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia di dunia.
“Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi Bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Tavares mengatakan pengajaran bahasa Indonesia di Universitas Negeri Moskow telah dimulai sejak akhir 1950-an. Saat ini, bahasa Indonesia juga dipelajari di HSE University.
Meski memiliki sejarah panjang, pengajaran bahasa Indonesia di Rusia masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan jumlah pengajar, minimnya bahan ajar yang disesuaikan dengan penutur bahasa Rusia, serta keberlanjutan program pembelajaran.
Jose berharap kongres tersebut menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi berbagai kendala sekaligus memperluas jejaring Indonesianis di Rusia dan Belarus.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira