Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melatih sebanyak 58.482 guru SD selama sepuluh hari guna memperkuat kompetensi mereka dalam mengajar mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris yang menjadi mata pelajaran wajib pada jenjang pendidikan kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan pemberian pelatihan kepada lebih dari 50 ribu guru SD tersebut dibagi ke dalam 3002 kelas, dengan masing-masing kelas terdiri dari 10-33 peserta dan melibatkan sebanyak 101 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai penyelenggara pelatihan.
“Program ini menjangkau hampir 60.000 sekolah. Per sekolah yang jumlah 58.482 itu akan mengirimkan satu guru yang mengajar di kelas 3, yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan. Dan nanti kami juga sudah menyiapkan 3.002 kelas pelatihan,” kata Nunuk saat memberi laporan dalam kegiatan Koordinasi dan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Jakarta Pusat pada Kamis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan para guru nantinya mendapatkan pelatihan mengajar mapel Bahasa Inggris sebanyak 80 jam pelajaran, yang terdiri dari 40 jam pelajaran tatap muka dan 40 jam pelajaran mandiri yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Ruang GTK.
Baca juga: Mendikdasmen: Bahasa Inggris jadi mata pelajaran wajib 2027
Adapun materi pelatihan tatap muka berfokus pada penguatan pemahaman materi, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik dan simulasi mengajar, hingga strategi pembelajaran sesuai karakteristik murid SD sehingga para guru siap mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, baik dari aspek kemampuan Bahasa Inggris maupun keterampilan pedagogik.
“Ditjen GTK Kemendikdasmen berupaya terus untuk meningkatkan kompetensi dan yang paling penting, kepercayaan diri guru sekolah dasar yang memang bukan berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris dalam mendampingi peserta pendidik melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan, komunikatif, dan bermakna,” ujar Nunuk.
Terkait mekanisme pelatihan, ia menambahkan pelatihan nantinya dilakukan dengan mendekatkan 101 perguruan tinggi sebagai pelaksana pelatihan kepada para guru yang menjadi peserta sehingga tidak mengganggu jadwal mengajar di satuan pendidikan masing-masing.
Pihaknya sejauh ini telah menetapkan 101 klaster di 19 provinsi yang menyesuaikan dengan jumlah perguruan tinggi yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemendikdasmen untuk memberikan pelatihan PKGSD MBI.
“Jadi mekanismenya bukan mengirim guru ke perguruan tinggi, tapi para pengajar dari kampus itu yang datang ke lokasi supaya guru-guru tetap bisa mengajar jam pertama, kedua, dan ketiga, baru setelah itu boleh mulai pelatihan. Jadi esensinya meskipun pelatihan, guru tidak meninggalkan para siswanya,” ujar Nunuk.
Baca juga: Pelajaran bahasa Inggris dinilai kurang banyak bagi SMK
Baca juga: Kemendikdasmen beri guru SD pelatihan mandiri mengajar Bahasa Inggris
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira