Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng 101 perguruan tinggi untuk memperkuat kompetensi para guru jenjang pendidikan SD dalam mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris yang menjadi mata pelajaran wajib di jenjang pendidikan kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya menggandeng 101 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kebijakan wajib belajar Bahasa Inggris sejak pendidikan dasar, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Baca juga: Kemenag dan British Council tingkatkan kapasitas 6 ribu guru madrasah
“Kami sampaikan penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini dengan 101 perguruan tinggi tadi merupakan upaya kami dalam merealisasikan program pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 sekolah dasar (SD),” kata Mendikdasmen Mu’ti saat memberi arahan dalam kegiatan Koordinasi dan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya menargetkan kurang lebih sebanyak 58.482 satuan pendidikan, dengan masing-masing satuan pendidikan mengirimkan satu orang guru yang mengajar di kelas 3 SD untuk mengikuti pelatihan tersebut, sehingga mereka nantinya memiliki kemampuan pedagogis dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris.
Baca juga: Kemendikdasmen beri guru SD pelatihan mandiri mengajar Bahasa Inggris
“Kami melatih kurang lebih 60 ribu guru yang mengajar di kelas 3 SD dan mereka akan mengajar Bahasa Inggris. Harapan kami dengan pelatihan ini, guru-guru Bahasa Inggris dapat memiliki kemampuan, khususnya kemampuan pedagogis dalam mengajarkan Bahasa Inggris, terutama sebagai bahasa komunikasi,” kata Mu'ti.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani menjelaskan pelatihan nantinya dilakukan dengan mendekatkan perguruan tinggi sebagai penyedia pelatihan kepada para guru agar tidak mengganggu jadwal mengajar di satuan pendidikan masing-masing.
Oleh karena itu, pihaknya menetapkan 101 klaster di 19 provinsi yang menyesuaikan dengan jumlah perguruan tinggi yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemendikdasmen untuk memberikan pelatihan PKGSD MBI.
Nunuk menambahkan para guru nantinya mendapatkan pelatihan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris selama sepuluh hari, dengan total 80 jam pelajaran yang terdiri atas 40 jam pelajaran tatap muka dan 40 jam pelajaran mandiri yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Ruang GTK.
Baca juga: Mendikdasmen: Bahasa Inggris mata pelajaran wajib murid SD pada 2027
Baca juga: Kemendikdasmen paparkan peta jalan pelatihan Bahasa Inggris guru SD
“Mekanismenya bukan mengirim guru ke perguruan tinggi, tapi para pengajar dari kampus itu yang datang ke lokasi supaya guru-guru tetap bisa mengajar jam pertama, kedua, dan ketiga, baru setelah itu boleh mulai pelatihan. Jadi, esensinya meskipun pelatihan, guru tidak meninggalkan para siswanya,” kata Nunuk.
Pihaknya berharap mekanisme tersebut dapat memperluas jangkauan pelatihan, sekaligus mengoptimalkan kapasitas akademik, keilmuan, sumber daya manusia yang dimiliki oleh tiap perguruan tinggi guna mendukung peningkatan kompetensi guru.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira