Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Assemblr Edu, dengan dukungan Samsung dan mitra lainnya, menghadirkan ImajiNation 2026 sebagai ruang bagi murid dan guru untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi melalui karya digital.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta Pusat pada Jumat mengingatkan penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan kemampuan berpikir dan kreativitas manusia.
Menurut dia, teknologi perlu dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengembangkan potensi, bukan justru mengambil alih kendali manusia.
“Teknologi harus tetap menjadi alat. Kalian harus tetap menjadi bos dari teknologi itu, jangan sampai kalian menjadi budak teknologi atau orang yang sangat bergantung dan tidak bisa lepas dari teknologi. Otak kalian, kecerdasan kalian, harus terus kalian asah dengan teknologi sebagai alat bantunya,” katanya.
Ia pun mendorong murid untuk terus mengembangkan imajinasi, rasa ingin tahu, dan keberanian mencoba hal-hal baru.
Baca juga: Kemendikdasmen selesaikan TKA SMA gelombang dua tanpa kendala teknis
Menurut dia, kreativitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan menghasilkan gagasan baru.
“Yang menang dan yang tidak menang, semua tetap tersenyum. Kalian semua adalah para juara,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan apresiasi kepada Assemblr Edu, Samsung, dan seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan program tersebut.
Suharti menilai kolaborasi ini membuka kesempatan bagi murid dan guru untuk mengembangkan kreativitas serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna melalui teknologi.
“Perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan. Karena itu, guru dan murid tidak hanya perlu mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami, memanfaatkan, dan mengembangkannya secara tepat,” kata Suharti.
Ia menjelaskan melalui kolaborasi Kemendikdasmen dan Assemblr Edu yang didukung Samsung, pemanfaatan akun belajar.id memberikan akses kepada pengguna untuk menggunakan berbagai fitur Assemblr Edu.
Baca juga: Mendikdasmen ingatkan integritas kelola dana revitalisasi sekolah
Teknologi 3D, augmented reality (AR), dan virtual reality (VR), lanjutnya, dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran kreatif serta mendorong murid menghasilkan proyek digital.
Dalam laporannya, Suharti juga menyampaikan bahwa data pengguna belajar.id saat ini yang mendapatkan akses platform Assemblr Edu adalah 16,9 juta terdiri atas akun aktif 5 juta GTK dan 11,9 juta murid.
Ke depan, ia mengatakan gelaran ImajiNation 2027 direncanakan menjadi langkah lanjutan untuk memperluas akses, mengembangkan komunitas, dan mendukung talenta digital.
Karya para pemenang kategori Edu-Innovators direncanakan akan dihadirkan melalui Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh guru dan murid di seluruh Indonesia.
Penyelenggaraan ImajiNation 2026 menjadi salah satu wujud Partisipasi Semesta dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra pendidikan.
Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak murid dan guru memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta menghasilkan karya inovatif yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: Kemendikdasmen-UPI dan EdUHK bentuk pusat pendidikan Bahasa Inggris
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hana Dewi Kinarina Kaban
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira