Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyampaikan bahwa pengelolaan potensi lokal merupakan salah satu kunci dalam menggerakkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan masyarakat perdesaan.

Menurut Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Rosyid Althaf, kemandirian desa tidak cukup dicapai melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan perputaran uang di tingkat lokal.

“Kata kuncinya adalah melakukan pemberdayaan ekonomi yang ada di desa ada perputaran ekonomi di situ,” kata Rosyid dalam siniar Pos Depan yang diikuti di Jakarta, Senin.

Ia mencontohkan Desa Sekapuk di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang memanfaatkan kawasan berbatu kapur menjadi destinasi wisata. Pengembangan tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi wilayah untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Kemendes PDT: pendamping desa berperan aktif kembangkan potensi desa

Kawasan yang sebelumnya dikenal dengan kondisi alam berbatu kapur itu, ujar dia, dikembangkan menjadi Desa Wisata Setigi sehingga mampu mendatangkan wisatawan dan menciptakan aktivitas ekonomi baru.

“Jadi, dari perbatuan kapur, daerah kapur, itu dirancang menjadi desa wisata yang sangat luar biasa menghadirkan wisatawan itu masuk di situ, itu ada perputaran uang,” ujarnya.

Menurutnya, potensi desa seperti itu tidak cukup jika hanya dikenali atau diperkirakan keberadaannya. Potensi tersebut, ujarnya melanjutkan, perlu dikelola melalui pemberdayaan dan intervensi program agar benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang bermanfaat bagi warga.

Rosyid menilai peran pendamping desa diperlukan untuk membantu masyarakat memahami dan mengembangkan sumber daya yang tersedia, sekaligus menghubungkan desa dengan program kementerian dan lembaga terkait.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Tri Meilani Ameliya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira