kami terus mendorong pengembangan ekspor musik dan alat musik Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional

Makassar (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyebutkan ekspor alat musik Indonesia menembus 397,1 juta dolar AS atau setara Rp6,2 triliun pada periode Januari-Agustus 2026.

"Menyikapi itu, kami terus mendorong pengembangan ekspor musik dan alat musik Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional," kata Dyah Roro di sela kegiatan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulsel, Kamis.

Wamendag menyampaikan bahwa musik memiliki potensi besar sebagai komoditas ekspor jasa yang perlu mendapat perhatian lebih serius melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri musik nasional.

Sementara itu Wakil Menteri Kebudayaan Girin Ganesha mengungkapkan peluang tersebut mulai menjadi perhatian setelah dirinya berdiskusi dengan Wamendag Dyah Roro Esti Widya mengenai kemungkinan memperluas ekspor Indonesia tidak hanya pada produk barang, tetapi juga jasa, termasuk musik.

“Apakah di Kementerian Perdagangan hanya ekspor barang? Ternyata kita juga memiliki ekspor jasa,” ujarnya.

Baca juga: Wamendag tekankan inovasi untuk perkuat daya saing fesyen lokal

Baca juga: Wamendag dorong RI-Belanda perkuat kemitraan rantai pasok global

Menurut dia, pengembangan ekspor musik membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama untuk mempromosikan talenta-talenta Indonesia agar dapat tampil dan memperoleh peluang di panggung internasional.

Sementara itu Wamendag menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan sektor musik melalui jaringan promosi perdagangan Indonesia di luar negeri.

Kemendag memiliki perwakilan di 33 negara melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi industri kreatif nasional kepada pasar global.

Ia berharap jaringan tersebut dapat membuka peluang kerja sama dan menciptakan efek berganda bagi pelaku industri musik, mulai dari musisi, pencipta lagu, hingga berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem musik Indonesia.

Selain ekspor jasa musik, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam perdagangan alat musik. Produk alat musik Indonesia telah menjangkau sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Jepang dan Jerman.

Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan, termasuk dengan memperkenalkan alat musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia ke pasar internasional.

Baca juga: Wamendag tekankan pentingnya akses pembiayaan bagi perempuan pengusaha

Baca juga: Wamendag dorong teknologi jadi alat diplomasi produk Indonesia

Roro mengatakan melalui pengembangan ekspor musik dan alat musik, pemerintah berharap kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal dunia sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kreatif.

"Kolaborasi pemerintah, musisi, komunitas, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjadikan musik sebagai salah satu kekuatan ekspor nasional," ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri bincang-bincang disela a Konfresensi Musik Indonesia (KMI) di Makassar, Kamis (29/10/2026). ANTARA/ Suriani Mappong

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Suriani Mappong

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira