Sikka (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan berkolaborasi dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur menghadirkan trauma healing bertajuk “Laba Limang” yang merupakan permainan tradisional Sikka membuat tandu.

Gelaran yang dihadirkan lewat permainan tradisional, dongeng, mewarnai, layanan kesehatan, hingga pemberian bingkisan ini bertujuan untuk memberikan dukungan psikososial kepada 300 pelajar dari tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Sikka, NTT yang terdampak gempa Flores pada 15 Agustus 2026.

“Melalui berbagai ragam sajian olahraga tradisional ini merupakan salah satu dari 10 objek pemajuan kebudayaan. Jadi harapan kami dengan sajian bertemakan Laba Limang ini mudah-mudahan adik bisa semangat kembali, bergotong royong bisa saling menguatkan kembali,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Judi Wahjudin di Sikka, NTT, Jumat.

Lewat permainan tradisional yang digelar di halaman Kantor Bupati Sikka ini, diharapkan aset budaya berupa permainan dan olahraga tradisional dapat terus dioptimalkan dan didukung oleh pemerintah setempat serta komunitas.

Baca juga: Prajurit TNI AL beri layanan trauma healing kepada korban gempa di NTT

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago mengatakan bahwa permainan tradisional perlu diperkenalkan kembali kepada anak-anak di lingkup sekolah dengan dukungan KPOTI.

“Olahraga atau permainan rakyat seperti ini perlu kita hidupkan kembali mulai dari sekolah-sekolah,” katanya.

Langkah ini menurutnya sekaligus menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai serta menjadi bagian penting dalam pelestarian permainan tradisional rakyat.

Adapun permainan tradisional untuk menghibur anak-anak di Sikka dalam kegiatan ini adalah Se’su Kikuk/ Se’su Kae (petak umpet), Ogor Ge’lo/ Kalimat/ Kelentur, Wetok Tali Merdeka, Sese, Kotir (Gasing), Sese, Jarang Kumak, Te’u Meong, Wain gahar, Hadang dan Laba Limang serta lainnya merupakan beberapa permainan tradisional masyarakat Sikka yang biasanya sering dimainkan anak-anak.

Dengan menghadirkan permainan rakyat dan olahraga tradisional ini tak hanya menghibur namun juga diharapkan mampu menghadirkan pesan yakni permainan yang mampu mengedepankan sportivitas, keseimbangan, hiburan, kompetitif dan semangat. Selain itu, sebagai media hiburan, ketangkasan, keberanian, kehati-hatian, kesabaran, keseimbangan, dan kecepatan.

Baca juga: Menbud: Permainan tradisional harus terus dihidupkan di era teknologi

Baca juga: Selvi Gibran bernostalgia dengan permainan tradisional di puncak HAN

Baca juga: Spot foto jadi strategi Kota Tua ajak anak muda lestarikan budaya

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sinta Ambarwati

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira