Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat peradaban dunia sekaligus sarana diplomasi lintas negara melalui pengembangan ruang edukasi dan budaya yang melibatkan berbagai negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Farid F. Saenong, saat menyampaikan pidato dalam peresmian ruang budaya dan edukasi Russian Space di perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat.

"Fasilitas ini dihadirkan agar dapat dinikmati oleh para pengunjung Masjid Istiqlal. Sejak awal, kami di Masjid Istiqlal berupaya mewujudkan gagasan baik dari Imam Besar untuk menjadikan Istiqlal sebagai pusat peradaban dunia," kata Farid menyampaikan pidato mewakili Menteri Agama, yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan ruang bagi negara-negara sahabat untuk mengenalkan budaya, sejarah, dan tradisi mereka kepada masyarakat Indonesia yang mengunjungi Masjid Istiqlal.

"Oleh karena itu, kami mengundang berbagai pihak untuk turut menyediakan fasilitas di masjid ini, termasuk ruang-ruang dan sudut edukasi," katanya.

Baca juga: Lavrov: Rusia siap kerja sama dengan Barat, namun siap hadapi konflik

Farid menjelaskan beberapa negara yang telah memiliki ruang literasi budaya mereka di kawasan perpustakaan Masjid Istiqlal antara lain Amerika Serikat, China, dan Belanda. Perpustakaan tersebut juga akan segera meresmikan ruang serupa dari Pemerintah Turki.

Dia menambahkan fasilitas tersebut merupakan bagian dari diplomasi agama dan diplomasi budaya yang diharapkan dapat memberikan pengalaman bermakna bagi pengunjung Masjid Istiqlal, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara.

Hadir pada kesempatan itu ialah Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, yang menyampaikan bahwa kerja sama keagamaan merupakan salah satu hal penting dalam kemitraan strategis kedua negara dan telah disepakati Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto pada 2025.

Selain itu, lanjut Tolchenov, hubungan kedua negara di bidang keagamaan diperkuat melalui Kelompok Visi Strategis Rusia-Dunia Islam, yang menjadi wadah dialog dan kerja sama antara Rusia dengan negara-negara berpenduduk muslim.

"Saya yakin bahwa ruangan ini akan menjadi langkah yang sangat penting dalam mempererat hubungan antara agama Rusia dan Indonesia, serta mempromosikan budaya dan tradisi Rusia di antara para warga Indonesia," ujar Tolchenov.

Baca juga: Rusia perkuat diplomasi keagamaan lewat Russian Space di Istiqlal

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira