Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki peluang kerja sama dengan Jepang dalam pengembangan teknologi daur ulang limbah elektronik dan baterai bekas, serta bioetanol sebagai energi alternatif.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kebutuhan untuk merespons tantangan di bidang energi. Hal ini membutuhkan dukungan teknologi dan keterlibatan mitra industri agar hasil riset dapat dikembangkan menjadi solusi yang sesuai dengan kebutuhan nasional.
"Kita harus berpikir cepat, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai negara untuk mengembangkan industri kita," kata Menteri Brian dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Baca juga: RI-UE perkuat kolaborasi cetak insinyur guna atasi limbah elektronik
Mendiktisaintek menyampaikan keinginan untuk menjajaki diskusi dengan perusahaan otomotif Jepang terkait potensi dukungan terhadap pengembangan bioetanol.
Menurut dia, pengembangan berbagai teknologi tersebut membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi, peneliti, pemerintah, dan pelaku usaha. Perguruan tinggi dapat mendukung penelitian dan pengujian teknologi, sedangkan mitra industri berperan dalam mengkaji kebutuhan produksi serta potensi penerapannya.
Sementara itu, Executive Director of the Technology and Innovation Strategy Center (TSC), New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang Kikuo Kishimoto menjelaskan bahwa penelitian untuk memulihkan material dari baterai masih berada pada tahap awal.
Ia menyampaikan keterbukaan terhadap pengembangan teknologi yang dapat mendukung kebutuhan Indonesia.
Diketahui, pembahasan mencakup peluang pengembangan teknologi daur ulang limbah elektronik dan baterai bekas. Teknologi ini berpotensi memulihkan material bernilai dari limbah, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri.
Pembahasan juga mencakup pengolahan limbah plastik melalui pendekatan upcycling, yaitu mengolah material bekas menjadi produk dengan nilai guna lebih tinggi. Salah satu contoh yang dibahas adalah pemanfaatan botol plastik bekas menjadi material yang dapat digunakan kembali dalam proses industri.
Baca juga: Daur ulang limbah elektronik berpotensi ciptakan ekonomi sirkular
Baca juga: Pendidikan digital hasilkan sampah elektronik yang merusak lingkungan
Selain pengolahan limbah, terdapat bahasan soal peluang pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif. Pembahasan menyoroti kebutuhan teknologi yang kompetitif dari sisi harga serta kepastian pasar agar hasil produksi dapat dimanfaatkan oleh industri.
Kemdiktisaintek mendorong agar penjajakan ini ditindaklanjuti melalui pemetaan kebutuhan riset, teknologi yang sesuai, dan potensi mitra industri. Dengan demikian, kolaborasi internasional dapat membuka peluang pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia dan mendukung penguatan industri dalam negeri.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Sean Filo Muhamad
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira