Jakarta (ANTARA) - Kelompok seni lokal Cape Town, EOAN Group School of Performing Arts, membawakan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dalam Indonesian Folk Market (IFM) 2026 di KJRI Cape Town, Sabtu (7/11).
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus merawat kedekatan tersebut dan membangun hubungan yang semakin erat, tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga antarmasyarakat kedua negara,” kata Konjen RI Tudiono dalam siaran pers KJRI Cape Town, Minggu.
KJRI menyebutkan kelompok seni lokal Cape Town itu membawa tari tradisional dari Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa, dan Makassar, yang menunjukkan keterlibatan masyarakat setempat dalam memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Ikamva Marimba dan Cape Town Minstrels. Mereka menyuguhkan kekayaan musik dan tradisi seni Afrika Selatan yang menjadikan Indonesia Folk Market ruang interaksi dan perayaan keberagaman Indonesia dan Afrika Selatan.
Di luar panggung pertunjukan, area kuliner menjadi salah satu pusat keramaian. Para pengunjung dimanjakan dengan aneka hidangan khas Indonesia, seperti rendang, sate, nasi kuning, nasi uduk, bakso, mi ayam, nasi Padang, dan ayam Taliwang.
Aneka jajanan tradisional serta berbagai olahan tempe turut memperkenalkan kekayaan cita rasa Nusantara kepada masyarakat Afrika Selatan.
Selain itu, IFM 2026 juga menghadirkan berbagai produk Indonesia, mulai dari batik, kerajinan tangan, perhiasan, dan busana Muslim, hingga produk kecantikan dan kesehatan; Kalbe dan Geliga turut memperkenalkan produk kesehatan Indonesia kepada masyarakat Afrika Selatan.
Sementara itu, Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Johannesburg turut berpartisipasi dengan membawa produk-produk dari merek Indonesia, yaitu Mayora, KARA, dan Caffino.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan produk Indonesia kepada konsumen di Afrika Selatan sekaligus membuka peluang promosi dan perdagangan di pasar setempat.
Sebanyak 4.088 pengunjung memadati acara tersebut yang mengusung tema “Celebrating Friendship, Bridging Cultures” dan menghadirkan beragam pertunjukan seni, kuliner khas Nusantara, lokakarya membatik, kerajinan tangan, serta berbagai produk unggulan Indonesia.
Sejak 2023, KJRI Cape Town telah menyelenggarakan IFM sebanyak lima kali di Afrika Selatan, termasuk tiga kali di Cape Town dan satu kali di Mossel Bay sebelum penyelenggaraan tahun ini. Pada penyelenggaraan 2025, IFM menarik sekitar 3.000 pengunjung.
Baca juga: Ragam seni budaya RI jadi daya tarik di festival kesenian Jepang
Baca juga: Koleksi era Majapahit Pura Mangkunegaran siap hadir di museum AS
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira