Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan bahwa kekayaan wisata kebugaran (wellness tourism) begitu luas mulai dari minuman tradisional seperti jamu hingga teknik pijat yang berbeda di tiap daerah.

"Tidak usah ditanya lagi apa yang tidak kita punya di Indonesia. (Pada wisata) kebugaran ini sudah sangat mengakar dalam kehidupan sehari-hari kita," kata Ni Luh saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta, Kamis.

Ni Luh mengatakan sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia sudah gemar berkreasi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan menyehatkan tubuh. Produk dalam wisata kebugaran tidak hanya bicara mengenai fisik, tetapi juga pikiran, jiwa, raga sampai makanan yang dikonsumsi.

Baca juga: Menpar minta lulusan Poltekpar junjung tinggi kearifan lokal

Baca juga: Kemenpar berupaya perluas akses konektivitas wisatawan Australia

Semuanya memiliki pemaknaan dan filosofinya sendiri. Dia mencontohkan dari sisi kuliner, pengalaman wisata kebugaran dapat dicoba dengan mencicipi jamu yang berasal dari Jawa.

Jamu yang terbuat dari rempah-rempah khas Indonesia sudah dipercaya dapat menjaga daya tahan serta kebugaran tubuh. Minuman serupa juga dapat ditemukan di Bali dengan nama loloh yang terbuat dari herbal alami.

Dari sisi pijat, berbagai macam spa tradisional yang sudah diwariskan secara turun temurun dari zaman berdirinya sejumlah kerajaan di tanah air. Proses pemijatan pun biasanya menggunakan minyak aroma terapi dengan wewangian yang khas dari daerah tersebut.

"Leluhur kita punya tradisi pijat bahkan saat ini Balinese dan Javanese massage sudah sangat mendunia. Saya pikir ini adalah suatu kekuatan yang perlu kita kuatkan di kancah global bahwa Indonesia sangat kaya," ujar Ni Luh.

Menurutnya, ekosistem wisata kebugaran pada masa kini semakin luas semenjak adanya berbagai olahraga yang menggabungkan unsur latihan fisik dengan meditasi atau relaksasi seperti yoga dan pilates.

Baca juga: Kemenpar sebut sebaran aktivitas pariwisata semakin merata

Ni Luh juga menyampaikan Kementerian Pariwisata telah melihat potensi besar itu dapat berdampak luas bagi perekonomian bangsa, sehingga memasukkan wisata gastronomi, wisata bahari dan gastronomi sebagai tiga fokus dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kementerian Pariwisata bahkan berkolaborasi dengan sejumlah pelaku industri pariwisata untuk menggelar signature event seperti Wonderful Indonesia Wellness (WIW) dan Wonderful Indoensia Gastronomy (WIG) untuk mengenalkan daya tarik wisata kebugaran dan gastronomi Indonesia pada wisatawan mancanegara maupun lokal.

Potensinya semakin besar, katanya, semenjak pasca pandemi COVID-19. Tren pariwisata bergeser dari yang semula wisatawan gemar pergi secara berkelompok ke suatu destinasi, kini beralih mencari pengalaman yang lebih personal dan bermakna.

Ia mencontohkan semula para wisatawan banyak yang mencari hotel-hotel dengan tema tertentu. Namun kini lebih memilih villa yang memiliki nuansa menenangkan dan menjunjung privasi.

"Dulu wisatawan banyak berada di kota yang ramai, kemudian mulai mencari yang lebih ke alam, yang berhubungan dengan warga lokal. Jadi sesuatu yang benar-benar membawa mereka pada titik kedamaian tertentu dan menjadi salah satu alasan yang mengubah arah pariwisata kita secara keseluruhan," kata dia.

Baca juga: Kemenpar gencarkan promosi pariwisata pada wisatawan Inggris

Baca juga: NHI Family Funwalk terbuka untuk umum dan gratis

Baca juga: Menpar sebut konser Ye di Jakarta putar perekonomian hingga Rp600 M

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira