Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menyatakan masih menunggu konfirmasi dari Istana terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN di Manila, Filipina yang akan berlangsung pada 15-17 November.
Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu Ina Krisnamurthi dalam temu media di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa kementerian tetap mematangkan berbagai persiapan untuk memastikan kehadiran Kepala Negara dalam pertemuan tingkat tinggi negara-negara Asia Tenggara tersebut.
“Untuk Presiden Republik Indonesia tentunya kami menunggu konfirmasi dari istana dan saat ini yang kami lakukan adalah tentunya dari Kemlu, dari Pejambon adalah mempersiapkan yang terbaik untuk apabila confirm beliau hadir,” kata Ina.
KTT ASEAN ke-49 dan sejumlah pertemuan terkait lainnya akan diselenggarakan di Filipina dengan mengusung tema Navigating Our Future Together. Tema tersebut merefleksikan urgensi bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
KTT tersebut merupakan KTT kedua di bawah kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026. Sejumlah perkembangan global dan kawasan belakangan ini turut memberikan tantangan bagi ASEAN, terutama terkait ketahanan energi, ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, serta gangguan rantai pasok kawasan.
Ina menyampaikan bahwa sejumlah isu strategis kawasan juga akan menjadi perhatian dalam rangkaian KTT tersebut. Salah satunya adalah aspirasi Timor-Leste untuk menjadi Ketua ASEAN pada 2029.
Kendati Timor-Leste telah resmi menjadi anggota penuh ASEAN, Ina menjelaskan bahwa Dili masih dalam tahapan integrasi penuh ke dalam organisasi kawasan tersebut. Menurutnya, proses tersebut mencakup penyesuaian norma dan regulasi nasional serta pemenuhan berbagai komitmen dalam kerangka kerja sama ASEAN.
Selain itu, KTT ke-49 juga akan meluncurkan logo baru ASEAN dengan menambah satu batang padi, yang melambangkan Timor Leste sebagai anggota resmi dari ASEAN. Para pemimpin ASEAN juga dijadwalkan akan menandatangani 154 outcome dokumen.
“Tidak semua 154 dokumen ini dihasilkan oleh KTT tetapi ini adalah dokumen-dokumen yang harus dicatat, disahkan, ditandatangani oleh leaders. Jadi proses dari negosiasi outcome dokumen yang 154 terjadi di level bahkan pada level working group,” ujarnya.
Adapun Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka KTT ke-48 ASEAN yang digelar di Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei lalu.
Baca juga: Wamenhan tawarkan tiga langkah perkuat pertahanan ASEAN
Baca juga: Indonesia terus dorong kerja sama hukum ASEAN atasi kejahatan siber
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Kuntum Khaira Riswan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira