Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, menyatakan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kecamatan Suku diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat di luar tempat itu.
"Dugaan sementara (penyebab) kebakaran apabila berdasarkan kesaksian rekan-rekan Dinas Lingkungan Hidup dan warga, ada aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat di luar (TPA Supit Urang)," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan di Kota Malang, Kamis.
Pandu menyampaikan bahwa percikan api yang memantik kebakaran di TPA Supit Urang diduga berasal dari wilayah Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Menurut dia, bara api dari sisa pembakaran sampah yang terbawa angin akhirnya merambat dan bersentuhan dengan sampah di zona barat area TPA Supit Urang.
"Kalau dilihat dari sisa (objek) terbakar lebih ke percikan api yang terbawa angin karena di seberang sana ada aliran sungai kecil dan sebetulnya bisa memutus (api)," ucapnya.
Pandu tak memungkiri kebakaran di TPA Supit Urang membutuhkan penanganan ekstra, sebab objek yang terbakar merupakan tumpukan sampah yang menyimpan potensi gas metan dan bisa membahayakan keselamatan petugas.
Baca juga: Pemkot Malang usulkan TPA Supit Urang sebagai lokasi penerapan WTE
Tak hanya itu, pihaknya juga mewaspadai kemungkinan titik api tersembunyi di bawah timbunan sampah yang sewaktu-waktu bisa membesar.
"Tentu kendala kami harus berpacu dengan angin yang ada saat ini," kata dia.
Sebagai informasi, peristiwa kebakaran lahan yang melanda TPA Supit Urang terjadi pada Rabu (21/10).
Sampai saat ini tim gabungan dari berbagai unsur terus melaksanakan upaya pemadaman untuk mengantisipasi timbulnya kerugian yang lebih besar akibat meluasnya kobaran api.
"Secara historis, kejadian pada tahun 2022 memerlukan waktu dua minggu untuk memastikan benar-benar padam, namun kondisi saat ini jumlah dukungan dari berbagai pihak lebih banyak sehingga kami optimistis lebih cepat dari pada peristiwa yang lalu," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyatakan pihaknya akan mencari orang yang melakukan aktivitas pembakaran itu.
Baca juga: Kementerian PU dukung pengembangan TPA Supit Urang di Kota Malang
"Nanti kalau sudah ada, dari aparat penegak hukum akan ditindaklanjuti. Namun yang jelas konsentrasi kami sekarang adalah bagaimana api ini padam terlebih dulu," tutur dia.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ananto Pradana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira