Kondisi cuaca yang masih terik dan hujan yang belum turun secara merata dapat meningkatkan risiko kebakaran
Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan, Kamis ini, dengan juga berpesan agar warga stop bakar ilalang.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini langsung bertolak ke lokasi kebakaran, untuk mengonsolidasikan tim gabungan setelah api terdeteksi membakar area hutan bambu seluas kurang lebih dua hektare, guna mengantisipasi perluasan titik api di tengah cuaca terik kemarau.
"Mohon doanya kepada semua warga Jawa Barat agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi. Saya ke lokasi memimpin langsung upaya pemadaman api," kata Dedi Mulyadi dalam akun sosial medianya yang dikonfirmasi ulang di Bandung.
Dedi mengungkapkan bahwa kondisi geografi dan medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan berat bagi pergerakan personel di lapangan.
Baca juga: BNPB: 11.202 hektare karhutla dari Kalteng, Kalsel dan Kalbar
Kendati demikian, dia menekankan langkah pemadaman cepat wajib ditempuh agar kobaran api tidak merembet ke zona inti taman nasional.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jabar juga mengingatkan masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran ilalang atau pembersihan lahan pertanian menggunakan api, mengingat suhu udara yang tinggi dan belum turunnya hujan secara merata di wilayah Jawa Barat.
"Kondisi cuaca yang masih terik dan hujan yang belum turun secara merata dapat meningkatkan risiko kebakaran," ujar Dedi.
Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, karhutla terdeteksi sejak Rabu (21/10) pukul 20.44 WIB pada koordinat geografis 6,8 derajat Lintang Selatan dan 108,4 derajat Bujur Timur.
Baca juga: BNPB: Satgas karhutla tetap siaga di Riau meski tak ada titik api
Titik api tersebar di kawasan hutan perbatasan Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC Eska Nata Suryana mengonfirmasi bahwa hingga Kamis siang, patroli udara merekam masih adanya kepulan asap dan titik api yang menyala.
"Tim gabungan dari Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) TNGC dan masyarakat sekitar kawasan hutan, dan unsur tim gabungan lainnya, masih berupaya memadamkan area terdampak," ucap Eska Nata Suryana.
Pihak Balai TNGC turut mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan bekas pembakaran saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan serta proaktif melaporkan ke posko terdekat apabila mendapati kemunculan titik api baru.
Baca juga: Prabowo dukung cabut izin perusahaan asing terbukti terkait karhutla
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Ricky Prayoga
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira