Jakarta (ANTARA) -
Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat angka penyebaran kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di daerah setempat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Periode 1 Januari hingga 30 September 2026, terdapat delapan kasus DBD dan jumlah ini menurun dibandingkan di periode yang sama tahun 2025, dengan jumlah 25 kasus,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Seribu dr Ghamal Ahmad Permana di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan upaya yang dilakukan dalam pencegahan penyebaran penyakit tersebut, di antaranya rutin melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas.
Kemudian, menanam tanaman penangkal nyamuk, memeriksa tempat yang digunakan untuk menyimpan air, serta gotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki saluran talang air dan lainnya.
“Aksi 3M Plus ini rutin dilakukan di pemukiman penduduk sebanyak dua kali dalam sepekan,” ujar Ghamal.
Baca juga: Warga Kepulauan Seribu diminta gencarkan PSN tekan kasus DBD
Selain itu, pihaknya juga melaksanakan Grebek PSN bersama lintas sektor, membentuk Kampung Bebas Jentik, dan melaksanakan tindak lanjut terhadap penemuan jentik saat melaksanakan survei vektor.
Lalu, memberikan edukasi kepada puskesmas, kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan masyarakat terkait upaya pencegahan dan tata laksana DBD.
“Kami melibatkan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk tersebut. Sosialisasi langsung kepada warga juga dilakukan kader Jumantik agar masyarakat paham dengan penyebaran DBD,” tutur Ghamal.
Lebih lanjut, pihaknya turut melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah masing-masing dengan melakukan Gerakan Satu Rumah satu Jumantik dan selalu menutup penampungan air agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Menurut Ghamal, hal tersebut perlu dilakukan karena warga pulau memiliki kebiasaan untuk menampung air hujan dengan menggunakan tempat-tempat penampungan.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki keluarga atau memiliki gejala DBD agar segera ke fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak terlambat menerima pengobatan,” pungkas Ghamal.
Baca juga: Pemkab sosialisasi program Wolbachia cegah DBD di Kepulauan Seribu
Baca juga: Kelurahan Pulau Untung Jawa ambil langkah cepat cegah DBD
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira