Polri harus lebih dekat dengan masyarakat. Kita harus memahami persoalan di akar rumput, lalu duduk bersama mencari solusi
Surabaya (ANTARA) - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al Hikmah, Gayungsari, Surabaya, Sabtu dini hari.
“Polri harus lebih dekat dengan masyarakat. Kita harus memahami persoalan di akar rumput, lalu duduk bersama mencari solusi,” kata Dekananto.
Kegiatan yang dimulai pukul 03.30 WIB tersebut menjadi sarana bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap aspirasi masyarakat mengenai situasi keamanan di lingkungan mereka. Kegiatan itu juga merupakan implementasi program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.
Dekananto menegaskan kehadiran polisi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurut dia, kepercayaan publik perlu dijaga melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.
“Jangan sampai kehadiran polisi justru menyusahkan. Saya berpesan kepada seluruh anggota, ambil hati masyarakat, jangan ambil hartanya. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat, baik lewat ucapan maupun perbuatan,” ujarnya.
Baca juga: Khofifah dan Kapolda Jatim jaga iklim investasi lewat sinergi
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada anggota kepolisian yang bertindak di luar ketentuan. Dekananto membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja kepolisian.
Ia menegaskan anggota yang terbukti melanggar hukum atau merugikan hak warga akan dikenai sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam dialog bersama jamaah, Dekananto menyoroti peredaran narkotika yang mengancam generasi muda. Ia mengatakan pemberantasan peredaran gelap narkotika menjadi perhatian Kapolri yang harus ditindaklanjuti tanpa kompromi di wilayah Jawa Timur.
“Kami butuh dukungan informasi dari warga. Jika melihat peredaran narkoba, segera laporkan. Kami akan tindak tegas hingga penelusuran aset hasil kejahatan,” kata Dekananto.
Selain narkotika, kepolisian memprioritaskan penanganan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas). Ia meminta jajarannya menanggapi setiap laporan masyarakat secara serius tanpa memandang besarnya nilai kerugian korban.
Baca juga: Polisi tangkap 11 orang terkait dugaan pemicu kericuhan di Surabaya
“Bagi masyarakat kecil, kehilangan barang dengan nilai tertentu sangat memukul ekonomi mereka. Karena itu, setiap laporan wajib ditangani serius,” ujarnya.
Dekananto mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, kepolisian akan terus berupaya mengoptimalkan pelayanan dan menangani laporan masyarakat secara serius.
Kapolda Jatim juga menanggapi keluhan warga mengenai gangguan ketertiban lingkungan akibat penggunaan perangkat pengeras suara dengan volume berlebihan atau yang dikenal sebagai sound horeg.
Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menertibkan penggunaan pengeras suara tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui Subuh Keliling ini, kami berharap sumbatan komunikasi bisa mencair. Masukan langsung dari warga adalah energi kami untuk menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” katanya.
Baca juga: Polisi tangkap 11 orang terkait dugaan pemicu kericuhan di Surabaya
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Willi Irawan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira