Kita berharap kondisi cuaca mendukung, sehingga pelaksanaan pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Seluruh personel sudah bekerja keras sejak kejadian, dan upaya pencarian akan terus kita maksimalkan

Badung, Bali (ANTARA) - Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce meminta proses pencarian dan evakuasi dua korban tanah longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, dimaksimalkan hingga kedua korban ditemukan.

Permintaan tersebut disampaikan Kapolda Bali saat memantau langsung operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di lokasi kejadian pada Senin.

“Kita berharap kondisi cuaca mendukung, sehingga pelaksanaan pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Seluruh personel sudah bekerja keras sejak kejadian, dan upaya pencarian akan terus kita maksimalkan,” ujarnya.

Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung. Hal ini mengingat kondisi medan yang cukup berat serta adanya potensi longsor susulan dan peningkatan debit air sungai.

Sebelumnya, bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Material longsor yang menerjang kawasan Pelaga Eco Park mengakibatkan bangunan glamping hanyut terbawa arus sungai.

Baca juga: Basarnas turunkan tim cari korban longsor glamping Pelaga

Sejak kejadian tim gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi bencana. Untuk memperluas cakupan pencarian, personel dibagi menjadi tiga tim evakuasi berdasarkan sektor dan lokasi yang telah ditentukan.

Operasi pencarian melibatkan 123 personel gabungan dan unsur masyarakat.

Kekuatan tersebut terdiri dari Basarnas Bali sebanyak 10 personel, SAR Brimob 10 personel, SAR Polda Bali 10 personel, Polres Badung 25 personel, dan Polsek Petang 20 personel.

Selain itu terdapat enam personel Damkar Badung, 10 personel BPBD Badung, 12 orang BPBD desa, serta 20 warga masyarakat Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga.

Dalam operasi tersebut tim gabungan juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung, seperti alat berat, cangkul, sekop, kapak, dan sepatu bot, untuk membantu proses pencarian serta penanganan material longsor.

Baca juga: BPBD Bali cari dua korban longsor Pelaga, salah satunya WNA

Kapolda menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat agar operasi pencarian berjalan optimal. Pembagian sektor pencarian, dukungan peralatan, serta kesiapan personel diharapkan dapat mempercepat upaya menemukan kedua korban.

Dalam pemantauan tersebut, Tim Polda Bali melaporkan kondisi geografis kawasan perbukitan yang berdekatan dengan aliran sungai menjadi tantangan bagi petugas. Material longsor juga masih menutupi sebagian akses jalan menuju lokasi, sehingga mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan penanganan khusus.

Karena itu Kapolda Pasma Royce meminta personel yang terlibat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan maupun perubahan debit air sungai.

Hingga Senin (2/11) malam, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel serta memaksimalkan upaya penyisiran di kawasan terdampak longsor. Hingga kini, identitas kedua korban yang hilang, belum diketahui.

Baca juga: Kapolda Bali prioritaskan kehadiran polisi di tengah masyarakat

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rolandus Nampu

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira