Jakarta (ANTARA) - Kentang dan ubi jalar adalah sejumlah jenis sayuran yang menyediakan karbohidrat kompleks, serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.

Meskipun ubi jalar sering dianggap lebih unggul, kedua jenis kentang ini dapat menjadi tambahan yang sehat untuk diet seimbang.

Menurut siaran Health pada Selasa (3/11), kentang merupakan sumber nutrisi yang berharga. Beberapa di antaranya seperti serat yang meningkatkan rasa kenyang dan mendukung kesehatan sistem pencernaan, kalium untuk mengatur tekanan darah dan mendukung fungsi syaraf maupun otot dan vitamin B6 yang membantu memproduksi sel darah merah.

Baca juga: Kenapa kentang tak boleh disimpan di kulkas? Ini penjelasan lengkapnya

Pada satu kentang panggang berukuran sedang, vitamin B6 yang terkandung di dalamnya mencapai 24 persen dari angka kecukupan gizi (AKG). Manfaat lain dari vitamin ini adalah mengubah makanan menjadi energi serta mengatur suasana hati maupun waktu tidur.

Kandungan lainnya adalah vitamin C yang berfungsi mendukung kekebalan tubuh, produksi kolagen dan penyerapan zat besi.

Kemudian kentang utuh mengandung pati resisten, yaitu jenis karbohidrat yang tidak terurai di usus kecil. Pati resisten kemudian masuk ke usus besar, di mana bakteri usus memfermentasinya untuk menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA).

Baca juga: Perbandingan gizi ubi jalar dan kentang, mana yang lebih sehat?

SCFA telah terbukti membantu mengelola berat badan, mengontrol gula darah, dan mendukung kesehatan usus.

Kentang panggang mengandung lebih banyak pati resisten daripada kentang rebus. Kentang panggang dingin mengandung lebih banyak pati resisten daripada kentang panas atau yang dipanaskan kembali.

Sementara ubi jalar mengandung antioksidan yang dapat menurunkan peradangan dan mendukung metabolisme. Senyawa ini kerap ditemukan dalam ubi jalar ungu.

Di dalam ubi jalar oranye ada kandungan beta-karoten yang nantinya akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A.

Baca juga: Mantan koki McDonald's ungkap 5 rahasia burger dan kentang gorengnya

Kulitnya merupakan sumber serat dengan potensi sifat prebiotik. Ini dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus. Kandungan lainnya adalah polifenol yang membantu menurunkan peradangan, meningkatkan kolesterol, dan mengontrol gula darah.

Sedangkan untuk vitamin A, satu ubi jalar berukuran sedang menyediakan 122 persen dari AKG dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel, kekebalan tubuh, reproduksi, dan kesehatan mata. Kentang putih, ubi jalar juga merupakan sumber pati resisten dan vitamin C dan B6.

Kentang dan ubi jalar memiliki kesamaan dalam kandungan kalori, protein, lemak, dan karbohidrat. Keduanya merupakan sumber antioksidan, serat, vitamin, dan mineral.

Baca juga: Studi temukan kentang goreng beresiko tingkatkan kecemasan dan depresi

Adapun perbedaan dari keduanya yakni meliputi kandungan antioksidan, dimana pada kentang putih kaya akan asam fenolik dan pada ubi jalar mengandung kadar beta-karoten yang lebih tinggi.

Dari sisi indeks glikemik (GI), ubi jalar memiliki GI yang sedikit lebih rendah daripada kentang putih karena kandungan seratnya yang lebih tinggi. Kentang putih rebus memiliki GI 71, sedangkan ubi jalar rebus memiliki GI 66. Ubi jalar juga menyediakan vitamin A dan C yang jauh lebih banyak daripada kentang putih.

Walaupun demikian, keduanya tetap dapat dinikmati selama menjalankan diet seimbang. Makanlah bersamaan dengan protein tanpa lemak, sayuran, dan lemak sehat.

Keduanya dapat membantu mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Cara konsumsi ubi jalar agar vitamin A dapat terserap optimal

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira