Yogyakarta (ANTARA) - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menyesalkan kartu merah yang diterima salah satu pemainnya saat menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Internasional Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa.

"Kartu merah itu adalah hal yang (berpengaruh) besar dalam pertandingan," kata Huistra dalam konferensi pers usai pertandingan.

Kartu merah tersebut diterima Stefan Ashkovski pada menit ke-43 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC di area pertahanan, sehingga PSS Sleman harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Menurut Huistra, kehilangan satu pemain akibat kartu merah sangat memengaruhi permainan dan strategi tim.

"Kami harus bertahan lebih baik, dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam game berubah," ujarnya.

Meski menghadapi situasi sulit, Huistra menilai para pemainnya tetap berjuang dan tidak menyerah hingga mampu memperkecil ketertinggalan melalui satu gol.

"Para pemain tidak menyerah. Bahkan saat tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba untuk melawan, kami mencoba mengambil risiko, kami menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kalah 1-2. Sedikit kurang beruntung," katanya.

Baca juga: Borneo FC tumbangkan PSS Sleman 2-1 di Maguwoharjo

Huistra memahami kekalahan tersebut mengecewakan suporter, pemain, dan staf tim, tetapi ia menilai permainan kedua tim relatif berimbang.

"Saya mengerti suporter, mereka sangat kecewa, para pemain juga kecewa, staf juga kecewa. Kalau Anda lihat ke game, ya saya pikir kedua tim kurang lebih setimbang," ujarnya.

Sementara itu, pemain PSS Sleman Riko Simanjuntak mewakili rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter atas kekalahan dari Borneo FC.

"Saya mewakili pemain, tentunya memohon maaf kepada semua suporter yang telah hadir, yang enggak hadir juga, atas hasil ini. Tentunya hasil malam ini bukanlah hasil yang kami inginkan," katanya.

Riko mengatakan seluruh pemain berkomitmen untuk berusaha mengamankan tiga poin dalam setiap laga kandang, tetapi target tersebut belum dapat diwujudkan saat menghadapi Borneo FC.

"Semua bisa melihat Borneo juga punya kualitas, dan kita tadi dari awal sudah memberikan perlawanan dan kita beberapa menciptakan peluang juga, dan Borneo juga demikian," ujarnya.

Ia menambahkan, kartu merah tersebut membuat pelatih melakukan perubahan strategi yang berisiko bagi PSS Sleman, tetapi para pemain tetap berusaha menjalankan instruksi di lapangan.

"Saat ada kartu merah pasti ada yang perubahan, dan pelatih juga di locker room membuat perubahan yang tadi juga sudah ngomong itu berisiko, ternyata luar biasa juga, teman-teman berjuang," katanya.

Baca juga: Klasemen Super League: Persija Jakarta kokoh di posisi pertama

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Agung Dwi Prakoso

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira