Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyoroti pentingnya penguatan kapasitas dunia usaha dalam menghadapi berbagai tantangan global, bertepatan dengan momentum dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya rasa yang paling penting adalah capacity building bagi dunia usaha untuk siap di dalam new normal economy, di mana ekonomi sekarang tentu sangat berubah dengan adanya geopolitik, climate change, dan juga bagaimana memasukkan Indonesia dalam global supply chain,” kata Anindya usai acara Kadin Geoeconomics Policy Dialogue di Jakarta, Senin.

Ia turut menekankan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Anindya mengingatkan bahwa UMKM mencakup 97 persen dari seluruh perusahaan di Indonesia sehingga penguatan kapasitas sektor tersebut menjadi hal yang krusial.

Upaya tersebut, ujar Anindya, juga akan menjadi fokus dalam revisi Undang-Undang Kadin yang diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Revisi tersebut akan menitikberatkan pada advokasi kepada pemerintah, pembinaan, serta pendampingan bagi dunia usaha.

Pada Senin (26/10), Kadin Indonesia menggelar Geoeconomics Policy Dialogue sebagai bagian dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026.

Pada kesempatan tersebut, Dekan sekaligus CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro menyampaikan pentingnya peran sektor swasta dalam membantu Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

Ia mencontohkan Jepang dan Korea Selatan yang mengandalkan sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi. Sedangkan Tiongkok menerapkan model dengan peran state-owned enterprise (SOE) yang lebih dominan, meskipun sektor swasta tetap memiliki peran penting.

Baca juga: Kadin: Rapimnas 2026 berfokus pada ekspor dan fundamental ekonomi

Baca juga: Bappenas dan Kadin ingin bentuk kesekretariatan bersama

Sementara itu, Dekan INSEAD Francisco Veloso menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dan kapasitas kepemimpinan untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di masa depan.

Ia menyampaikan, 50 tahun kolaborasi dengan Kadin juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kerja sama yang telah terjalin sekaligus merumuskan kontribusi ke depan dalam pengembangan keterampilan dan kapasitas kepemimpinan di Indonesia.

Francisco juga memandang, dunia tengah mengalami transformasi, termasuk akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah berbagai aspek kehidupan dan perekonomian. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan menjadi semakin penting.

INSEAD pun berharap, kolaborasi dengan Kadin dapat terus berlanjut untuk mendukung Indonesia mencapai tingkat pembangunan berikutnya, sejalan dengan visi Indonesia 2045.

Baca juga: Ekonom: Orientasi KUR perlu bergeser ke peningkatan kapasitas UMKM

Baca juga: Kadin: RUU Kadin untuk tingkatkan kapasitas UMKM Indonesia

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira