Kita tidak boleh hanya menjadi penyedia pusat data, tetapi juga harus menjadi pusat komputasi. Kita harus melakukan lebih banyak kegiatan komputasi
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai Indonesia berpotensi meningkatkan peran dalam industri kecerdasan artifisial (AI) dengan mengembangkan kemampuan komputasi, bukan hanya menyediakan infrastruktur pusat data.
"Kita tidak boleh hanya menjadi penyedia pusat data, tetapi juga harus menjadi pusat komputasi. Kita harus melakukan lebih banyak kegiatan komputasi," kata Anindya dalam diskusi panel Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pengembangan industri AI perlu diarahkan agar Indonesia tidak hanya menyediakan fasilitas fisik, pasokan listrik, air dan infrastruktur pendukung pusat data, tetapi juga mengambil peran dalam pemanfaatan kemampuan komputasi.
Kemampuan komputasi merupakan daya pemrosesan yang digunakan untuk mengolah data, melatih model AI, serta menjalankan berbagai aplikasi dan layanan digital.
Dengan mengembangkan kemampuan tersebut, lanjut dia, Indonesia berpeluang memperluas kegiatan ekonomi berbasis teknologi dan memperoleh nilai tambah dari perkembangan industri AI.
Dalam diskusi panel terkait pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing industri nasional, Anindya juga menekankan pentingnya memperluas kegiatan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya alam dan energi hingga penyediaan daya komputasi.
"Kita perlu beralih dari menjual sumber daya alam menuju energi, daya komputasi, token, dan sebagainya, dan saya pikir kita bisa melakukannya," ucap Anindya.
Ia menilai pengembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat membantu dunia usaha memperbesar skala kegiatan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional.
Selain penguatan kemampuan komputasi, Anindya menekankan manfaat AI dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kegiatan usaha.
"AI saya rasa akan membantu besar sekali untuk membuat menjadi lebih produktif," ujar dia.
Menurut dia, pemanfaatan AI memungkinkan berbagai pekerjaan diselesaikan dengan lebih cepat, menghasilkan kualitas lebih baik, dan menggunakan biaya lebih efisien.
Meski demikian, Anindya mengingatkan bahwa perkembangan AI juga dapat mengubah kebutuhan tenaga kerja, termasuk menggantikan sejumlah tugas yang selama ini memerlukan keterampilan khusus.
Karena itu, ia memandang kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh dan membaca arah perkembangan teknologi akan semakin penting bagi pelaku usaha maupun tenaga kerja.
Baca juga: Kadin bentuk AI Academy perkuat kompetensi SDM RI
Baca juga: Kadin: Pemerataan akses teknologi pacu pemanfaatan AI untuk bisnis
Anindya juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, kerja sama dan hubungan antarmanusia dalam pengambilan keputusan bisnis di tengah perkembangan teknologi.
"Meskipun mesin dapat berkomunikasi dengan mesin, keputusan tetap dibuat oleh manusia," katanya.
Ia mengatakan bahwa keterampilan membangun hubungan dengan pihak lain serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan turut diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan usaha.
Sebelumnya, Kadin Indonesia Institute meluncurkan Kadin AI Academy pada 20 Mei 2026 untuk membantu dunia usaha, tenaga kerja, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi AI.
Pentingnya penguatan keterampilan juga tercermin dalam laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan inti pekerja secara global akan berubah atau menjadi tidak relevan selama periode 2025–2030.
Laporan tersebut menyebut kemampuan terkait AI dan data besar termasuk keterampilan yang kebutuhannya berkembang pesat, sementara kemampuan berpikir analitis, kreativitas, dan ketangguhan tetap dibutuhkan dunia kerja.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital pada 22 Oktober 2026 menyebut kapasitas pusat data Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 580 megawatt dan ditargetkan meningkat menjadi 1,3 gigawatt pada 2027–2028.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan bahwa penambahan kapasitas pusat data perlu disertai penguatan kemampuan komputasi, riset, inovasi, dan penguasaan teknologi strategis agar Indonesia memiliki peran lebih besar dalam ekosistem AI global.
Baca juga: Kadin dorong pemanfaatan AI untuk perkuat UMKM
Baca juga: Kadin ungkap AI berpotensi ciptakan 46 juta tenaga kerja baru
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Aria Ananda
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira