Karhutla membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengedepankan upaya pencegahan, edukasi, serta keterlibatan aktif masyarakat
Palembang (ANTARA) - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan mendorong penguatan kolaborasi dan budaya gotong royong di tingkat desa sebagai langkah strategis untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
"Upaya pencegahan harus dimulai sejak dini dengan melibatkan masyarakat. Pemahaman masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi salah satu kunci agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah," kata Herry Heryawan saat diwawancarai usai mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu.
Ia mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengedepankan upaya pencegahan, edukasi, serta keterlibatan aktif masyarakat hingga tingkat desa.
Menurut dia, pendekatan dalam pengendalian karhutla juga perlu didukung kajian akademis dengan mempertimbangkan aspek spasial dan temporal atau kondisi wilayah serta perubahan yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.
Baca juga: WALHI minta Polri umumkan nama korporasi tersangka karhutla
Selain itu, pemahaman terhadap karakteristik ekosistem gambut perlu diperkuat, mulai dari kedalaman gambut, kondisi ekosistem, hingga tutupan lahan yang terdapat di wilayah rawan kebakaran.
Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Herry menegaskan bahwa persoalan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan, melainkan masalah bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, kolaborasi di tingkat bawah, khususnya pemerintah desa, masyarakat, serta unsur terkait lainnya, perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Baca juga: BKSDA: sembilan orangutan korban karhutla dilepasliarkan di Ketapang
Ia berharap keterlibatan aktif seluruh pihak dapat menciptakan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran sebelum meluas.
"Kita mendorong semua pihak untuk aktif melakukan pencegahan. Insyaallah, dalam enam sampai tujuh bulan pada 2027 mendatang, tidak ada lagi karhutla dan kabut asap," ujarnya.
Menurutnya, penguatan gotong royong masyarakat desa menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang tidak hanya mengandalkan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengutamakan kesiapsiagaan dan perlindungan lingkungan sejak awal.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu menekan risiko karhutla serta menjaga keberlanjutan ekosistem gambut di Sumatera Selatan.
Baca juga: Menteri LH sebut lebih dari 100.000 personel jadi Satgas Karhutla
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M. Imam Pramana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira