Moskow (ANTARA) - Jumlah narapidana di lembaga pemasyarakatan Prancis mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni hampir 91.000 orang.

Menurut data Kementerian Kehakiman Prancis pada Senin (2/11), jumlah narapidana terus meningkat selama beberapa bulan terakhir.

Pada September 2026, jumlah narapidana untuk pertama kalinya dalam sejarah melampaui 90.000 orang.

Hingga 1 Oktober, tercatat sebanyak 90.937 narapidana di negara tersebut, sementara kapasitas lembaga pemasyarakatan hanya mampu menampung 63.400 orang.

Akibat keterbatasan ruang, hampir 9.000 narapidana terpaksa tidur di atas kasur yang digelar di lantai, jelas Kementerian Kehakiman.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Prancis segera mengambil langkah untuk mengatasi kepadatan penjara yang menyebabkan perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia.

Selain itu, Dewan Eropa menyatakan Prancis dan Turki merupakan negara anggota yang memiliki lembaga pemasyarakatan dengan tingkat kepadatan yang paling parah.

Dewan mencatat Prancis menjadi salah satu negara Uni Eropa (UE) dengan kondisi sistem pemasyarakatan terburuk.

Pada Juli 2023, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) memutuskan bahwa Prancis telah melanggar sejumlah pasal dalam Konvensi Eropa tentang HAM akibat kepadatan penjara dan tidak adanya upaya konkret yang terarah untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Serikat mahasiswa Prancis umumkan aksi protes besar pada 3, 5 November

Penerjemah: Katriana
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Katriana

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira