Merangin, Jambi (ANTARA) - Jepang melirik program restorasi dan rehabilitasi kawasan hutan Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Keseriusan itu dibuktikan dengan mendatangkan tiga peneliti meninjau lokasi yang dinilai potensial untuk pengembangan program restorasi kawasan hutan.

"Untuk membuktikan keseriusan Jepang akan merestorasi dan merehabilitasi kawasan hutan Kabupaten Merangin, mereka telah menurunkan tiga orang perwakilannya ke Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau," kata Bupati Merangin Muhammad Syukur di Merangin, Selasa.

Ke tiga utusan asal Jepang yang hadir dalam peninjauan tersebut masing-masing Yojie, Nakama Ejiro, dan Yuko Sibata Nomura.

Syukur mengungkapkan bahwa kehadiran perwakilan Jepang tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah kabupaten dalam menjalin kerja sama internasional demi mendukung pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Kunjungan tim peneliti tersebut merupakan buah dari diplomasi yang dilakukannya beberapa bulan lalu ke Jepang.

Kerja sama ini dinilai sebagai peluang yang akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam bidang konservasi lingkungan dan kehutanan.

Baca juga: Masyarakat Adat Desa Guguk Merangin jaga dan rawat 257 pohon

Baca juga: Bupati Merangin: Aparat desa dan warga lindungi hutan dari perambahan

Melalui kunjungan tersebut, Bupati menginstruksikan Camat Muara Siau serta Kepala Desa Durian Rambun agar senantiasa mendampingi, memfasilitasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu penting selama berada di wilayah mereka.

"Ini sangat luar biasa, pak kades dan pak camat layani tamu kita dengan sebaik mungkin dan bantu mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Ini bukti bahwa jika hal-hal positif kita lakukan, dunia luar akan melirik kita," tegasnya.

Kepala Desa Durian Rambun Muhammad Abton membenarkan kedatangan delegasi asal Jepang di desanya. Menurut rencana, tim tersebut akan berada di Desa Durian Rambun selama beberapa hari ke depan untuk melaksanakan serangkaian kegiatan penelitian lapangan terkait kondisi kawasan hutan setempat.

Desa Durian Rambun memiliki luas sekitar 4.484 hektare. Hutan di wilayah tersebut merupakan kawasan penyangga ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sekaligus menjaga daerah aliran sungai dan lubuk larangan yang dikelola secara lestari oleh masyarakat setempat.

"Tamu dari Jepang akan berada di Desa Durian Rambun beberapa hari ke depan akan melakukan penelitian," jelasnya.

Baca juga: Hutan Adat Serampas jadi bagian penilaian Tim UGG-Geopark Merangin

Baca juga: 30 juta dolar untuk kelola hutan Merangin-Sarolangun

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Agus Suprayitno

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira