Tokyo (ANTARA) - Marinir AS tersebut ditangkap pada Sabtu (31/10) setelah kadar alkohol dalam darahnya diketahui mencapai lebih dari dua kali lipat batas legal.
Oknum marinir AS itu dilaporkan mengemudi di Kota Okinawa pada sekitar pukul 00.25 waktu setempat, selama jam malam.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Senin menyampaikan bahwa dia ingin pihak AS "menganggap serius" fakta terkait insiden tersebut yang terjadi meski ada jam malam yang diberlakukan terhadap personel militer AS di Okinawa sejak 9 Oktober menyusul sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan seorang marinir lainnya.
Pada 4 Oktober, kepolisian Prefektur Okinawa menangkap seorang marinir AS bernama Devin Ballard (20) atas dugaan merampok dan membunuh seorang wanita lokal di sebuah hotel di Naha, ibu kota prefektur tersebut. Dia kemudian didakwa atas tuduhan perampokan dan pembunuhan.
Koizumi menyampaikan bahwa Jepang juga telah mendesak pihak AS untuk mengambil langkah-langkah "pencegahan efektif" dan memastikan penegakan jam malam ketat, yang mewajibkan personel militer untuk tetap berada di kediaman mereka antara tengah malam dan pukul 05.00 selama "masa refleksi" 30 hari.
Dia menambahkan bahwa konsultasi bilateral tingkat tinggi sedang berlangsung untuk membahas langkah-langkah pencegahan menyusul kasus yang melibatkan Ballard tersebut.
"Kami ingin mencapai kesimpulan sesegera mungkin, mengumumkan langkah-langkah tersebut dan menerapkannya," tutur Koizumi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira