Inovasi ini tidak hanya merupakan suatu terobosan kreatif, tetapi harus mempunyai nilai tambah, nilai manfaat, serta berkelanjutan. Tanpa adanya nilai tambah, keberlanjutan, dan kebermanfaatan bagi birokrasi dan masyarakat, ini tidak ada gunanya

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Bangkalan Lukman Hakim memaparkan inovasi unggulan bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan pertanian dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026.

Ahmad Luthfi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan inovasi harus memiliki nilai tambah, memberikan manfaat nyata, serta berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Inovasi ini tidak hanya merupakan suatu terobosan kreatif, tetapi harus mempunyai nilai tambah, nilai manfaat, serta berkelanjutan. Tanpa adanya nilai tambah, keberlanjutan, dan kebermanfaatan bagi birokrasi dan masyarakat, ini tidak ada gunanya,” ujar Ahmad Luthfi.

Presentasi kepala daerah tersebut diselenggarakan secara virtual oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri melalui Command Center dan Ruang Konferensi Video BSKDN, Rabu.

Ia menjelaskan komitmen pengembangan inovasi di Jawa Tengah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Inovasi di Jawa Tengah. Regulasi tersebut mengatur implementasi, pemantauan, evaluasi, hingga pemberian apresiasi terhadap inovasi.

Baca juga: BSKDN gelar presentasi IGA 2026, uji dampak inovasi unggulan daerah

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi memaparkan dua inovasi unggulan, yakni Ayo Kerjo atau Layanan Ketenagakerjaan Digital Terintegrasi dan Speling Melesat atau Dokter Spesialis Keliling untuk Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat.

Ayo Kerjo dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Platform tersebut mengintegrasikan informasi lowongan kerja terverifikasi, pemadanan kerja, pelatihan, hingga layanan kartu pencari kerja yang dapat diakses selama 24 jam.

Peluang kerja yang tersedia juga mencakup pasar internasional, antara lain Jepang, Jerman, dan Korea Selatan.

Ayo Kerjo telah menghimpun ratusan ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan serta menjangkau ratusan ribu pencari kerja. Platform itu juga memfasilitasi penempatan tenaga kerja dan menyediakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja.

Pengembangan platform tersebut melibatkan perusahaan, investor, dan kementerian terkait agar keterampilan tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Sementara itu, Speling Melesat bertujuan mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses kesehatan.

Melalui program tersebut, dokter spesialis diterjunkan langsung ke desa sehingga masyarakat tidak harus selalu mendatangi rumah sakit untuk memperoleh layanan kesehatan spesialistik.

Hingga 2 November 2026, Speling Melesat telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali dan menjangkau 1.603 desa/kelurahan dengan sasaran 133.132 jiwa.

Program tersebut juga terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hingga 31 Oktober 2026 telah menjangkau 20,84 juta jiwa melalui seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah.

Capaian pelaksanaan CKG tercatat 54,19 persen atau melampaui target nasional.

Ahmad Luthfi mengatakan pelaksanaan Speling Melesat turut diikuti perbaikan sejumlah indikator kesehatan, antara lain penurunan angka kematian ibu sebesar 21,1 persen dan peningkatan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sebesar 2,6 persen.

Selain itu, capaian skrining kesehatan jiwa meningkat 130,4 persen, skrining IVA sebesar 4,6 persen, dan skrining HPV DNA sebesar 739,5 persen.

Integrasi CKG dan penemuan kasus aktif TBC memungkinkan hasil skrining ditindaklanjuti oleh dokter spesialis sesuai kebutuhan pasien.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjelaskan penguatan ekosistem inovasi di daerahnya didukung regulasi yang mewajibkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghasilkan minimal dua inovasi.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menerapkan konsekuensi berupa penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi perangkat daerah yang belum memenuhi komitmen tersebut.

Lukman memaparkan dua inovasi unggulan Kabupaten Bangkalan, yakni Karna Pitaloka dan Amphibi atau Ambulans Peduli Tretan Dhibi. Kedua inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pertanian dan kesehatan.

Karna Pitaloka merupakan inovasi pemetaan petak sawah dan identifikasi lahan pertanian berbasis geospasial. Program tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran sekaligus mendukung perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Melalui pemanfaatan teknologi, inventarisasi lahan produktif, pemberdayaan kelompok tani, dan pendampingan penyuluh, pemerintah daerah berupaya memastikan penyaluran pupuk sesuai kebutuhan petani.

Inovasi tersebut juga mendapat apresiasi dari PT Pupuk Indonesia. Bahkan, Kementerian Pertanian telah berkunjung ke Bangkalan untuk melihat penerapannya sebagai referensi pengembangan kebijakan di tingkat nasional.

Adapun Amphibi dikembangkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan melalui layanan ambulans dan penanganan pasien secara gratis selama 24 jam.

Layanan tersebut tidak hanya menyediakan penjemputan pasien dalam kondisi darurat, tetapi juga mendukung penanganan medis sesuai kebutuhan, termasuk bagi pasien dengan penyakit jantung.

“Amphibi telah terbukti dapat diandalkan dengan catatan 393 penerima manfaat pada tahun 2025 serta 241 penerima manfaat hingga September 2026,” ungkap Lukman.

Paparan kedua kepala daerah tersebut menunjukkan pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat melalui dukungan regulasi, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi berbagai pihak.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fianda Sjofjan Rassat

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira