Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada pengurus PKK dan RPTRA terkait budi daya tanam padi dalam galon.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian perkotaan melalui pembinaan dan pendampingan teknis, serta berkolaborasi dengan TP PKK dan berbagai pemangku kepentingan," kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro di Jakarta, Kamis.

Ridho mengatakan, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian.

Inovasi budi daya padi dalam galon bekas dapat menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan ruang terbatas sebagai sarana produksi pangan keluarga sekaligus media edukasi bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya diukur dari pelaksanaan penanaman secara serentak, tetapi juga dari konsistensi peserta dalam merawat tanaman hingga memasuki masa panen.

Melalui bimtek tersebut, para peserta dibekali pemahaman teknis mengenai seluruh tahapan budi daya, mulai dari persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.

Baca juga: Pemkot Jaktim targetkan panen 20 ton padi dari gerakan tanam serentak

"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, tidak hanya pada penanaman, tetapi juga pada monitoring dan pendampingan hingga panen bersama," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang III Penguatan Ketahanan Keluarga TP PKK Jakarta Selatan, Nunun Mukhlisin menambahkan, Bimtek tersebut merupakan langkah persiapan menuju Gerakan Tanam Serentak Padi dalam Galon yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta Selatan pada 12 November 2026.

Nunun menuturkan, metode budi daya padi dalam galon relatif sederhana, hemat tempat, dan cocok diterapkan di berbagai lokasi, seperti pekarangan rumah, lingkungan perkantoran, sekolah, RPTRA, hingga fasilitas umum lainnya.

"Bimtek yang menghadirkan narasumber yang berkompeten ini diikuti peserta yang terdiri atas pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, pengelola RPTRA, serta pegiat urban farmingse-Jakarta Selatan," ucapnya.

Menurut dia, para peserta mendapatkan pemahaman teknis secara menyeluruh mengenai persiapan wadah, pemilihan benih, penanaman, pemeliharaan, hingga proses panen.

Selain meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, gerakan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menghargai proses produksi pangan.

"Kami mengajak seluruh peserta untuk menjaga keberlanjutan pemeliharaan budidaya padi dalam galon ini hingga masa panen tiba," kata Nunun.

Baca juga: Pasar Minggu budi daya bibit padi dalam galon untuk ketahanan pangan

Baca juga: Pemkot Jaksel tanam padi dalam galon bekas di Pasar Minggu

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Luthfia Miranda Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira