Jakarta (ANTARA) - Pemain ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah mengaku masih diliputi ketegangan dan rasa gugup saat kembali tampil dalam turnamen internasional bersama Rinjani Kwinnara Nastine pada BWF World Tour Super 500 Korea Open 2026.

Jafar/Rinjani harus mengakui keunggulan pasangan unggulan keempat asal Jepang Yuta Watanabe/Maya Taguchi setelah kalah dua gim langsung 17-21, 12-21 pada babak 32 besar di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu.

"Senang bisa kembali bertanding tapi rasanya sangat berbeda, dari awal saya merasakan ada tegang dan gugup. Sesuatu yang wajar rasanya setelah sekian lama tidak ikut turnamen. Cukup senang tapi hasilnya memang belum bagus," kata Jafar dalam keterangan resmi PBSI, Rabu.

Meski belum mampu meraih kemenangan, Jafar menilai kesempatan kembali bertanding menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri dan mengembalikan ritme permainan di tengah persaingan internasional.

Terlebih, ia langsung berhadapan dengan Watanabe yang selama ini menjadi salah satu pemain idolanya di sektor ganda campuran.

Baca juga: Alwi Farhan tekuk Nishimoto, melaju ke 16 besar Korea Open

Jafar mengaku terinspirasi oleh kemampuan pebulu tangkis Jepang tersebut dalam membangun permainan bersama pasangan hingga mampu bersaing di level tertinggi.

"Bertemu Yuta yang merupakan salah satu idola saya juga sebuah pengalaman berharga. Dia bisa membawa partnernya dari bawah sampai ke level setinggi ini sekarang. Saya juga ingin seperti itu ke depannya," ujar Jafar.

Sementara itu, Rinjani menilai penampilan mereka dalam pertandingan tersebut sudah cukup baik meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama dari sisi teknik permainan.

"Di pertandingan pertama kami merasa cukup lumayan bermain baik tadi. Tapi memang masih banyak yang harus dipelajari lagi, harus banyak dilatih lagi dari sisi tekniknya," kata Rinjani.

Baca juga: Alwi Farhan jaga asa tampil di World Tour Finals 2026

Baca juga: Mutiara balas dua kekalahan dari Kim Joo Eun di Korea Open 2026

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Ramdan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira