Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Sabtu (7/11) menyatakan bahwa divisi kedirgantaraannya telah mendirikan fasilitas produksi rudal dan pesawat nirawak (drone) di bawah tanah, serta terus meningkatkan jangkauan rudal-rudalnya.

"Kami berhasil memindahkan dengan cepat produksi rudal dan drone dari (fasilitas) permukaan ke (fasilitas) bawah tanah," ujar juru bicara IRGC Hossein Mohebbi dalam sebuah konferensi pers di Teheran.

"Kami terus meningkatkan jangkauan rudal kami dan tidak akan berhenti melakukan hal tersebut," kata Mohebbi.

Dia menambahkan bahwa seluruh aset, baik yang berwujud maupun takbenda, milik "negara musuh" berada dalam jangkauan Iran.

Dia memperingatkan bahwa jika pihak musuh kembali melancarkan serangan, Iran akan melancarkan kejutan militer.

"Kami siap mempertahankan eksistensi, identitas, dan integritas wilayah negara kami tanpa batasan geografis apa pun," ujarnya.

Pernyataan Mohebbi ini muncul di tengah meningkatnya ancaman tindakan militer dari Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, serta laporan mengenai serangan "skala kecil" yang dilakukan oleh militer AS yang menyasar Pulau Qeshm di Iran bagian selatan pada Sabtu dini hari.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, sebelumnya melaporkan pada hari yang sama bahwa dua rudal menghantam Pulau Qeshm, namun tidak memberikan rincian mengenai kerusakan yang ditimbulkan.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (6/11) mengatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan baru yang menyasar sistem pertahanan udara Iran, seraya menyebut tindakan militer tersebut sebagai serangan "kecil."

Ini merupakan serangan kedua yang menurut laporan dilakukan oleh AS terhadap pulau Iran tersebut dalam pekan ini. Surat kabar The Wall Street Journal, dengan mengutip sejumlah pejabat AS, melaporkan pada Selasa (3/11) bahwa AS telah menyerang pulau tersebut pada Senin (2/11).

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira