Istanbul (ANTARA) -
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk pengelolaan Selat Hormuz, tidak akan pernah sama lagi menyusul konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas-realitas baru telah muncul," ujar Araghchi dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh Press TV pada Minggu.
"Jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, begitu pula cara pengelolaan selat tersebut tidak akan sama seperti di masa lalu," ujarnya, menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, Araghchi menegaskan pula bahwa Teheran akan menyambut baik "setiap rencana keamanan yang berasal dari kawasan itu sendiri.”
Teheran dan Washington masih berselisih mengenai kendali atas jalur perairan strategis tersebut sejak perang antara Iran melawan AS-Israel meletus pada Februari lalu.
Kendati Teheran bersikeras mempertahankan otoritasnya dalam mengatur lalu lintas pelayaran di selat itu, Washington menuntut pemberlakuan kebebasan navigasi tanpa batasan.
Sebelumnya, kedua negara sempat meneken kesepakatan sementara pada Juni guna meredakan konflik.
Namun, perundingan diplomatik saat ini kembali mengalami jalan buntu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Presiden Iran akan bahas ekonomi, isu global dengan Putin
Baca juga: Trump ingin "cari tahu" dengan siapa AS bernegosiasi soal Iran
Baca juga: Menlu Belgia: Keputusan soal pemimpin Iran sepenuhnya di tangan rakyat
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Yashinta Difa
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira