Moskow (ANTARA) - Sebanyak dua kapal tanker bermuatan minyak dan satu kapal tunda terbakar saat mencoba melintasi Selat Hormuz, menurut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis.
Salah satu kapal tanker dilaporkan menghantam ranjau, sementara penyebab kebakaran kapal tanker kedua tidak dijelaskan secara rinci.
Menurut IRGC, kapal penarik terbakar setelah mendekati kapal tanker kedua untuk membantu memadamkan api.
Angkatan Laut IRGC juga berhasil menguasai dua pesawat nirawak tipe LUCAS dengan cara meretas dan mendaratkannya menggunakan perangkat peperangan elektronik.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan, namun tak lama kemudian, kedua belah pihak kembali saling melancarkan serangan.
Teheran mengatakan pihaknya telah mengajukan rencana berisi tujuh syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz kepada AS, dengan imbalan pencabutan blokade Angkatan Laut dan pembatasan ekspor minyak.
Presiden AS Donald Trump menolak rencana tersebut. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan telah menyampaikan sikap mereka kepada Washington melalui Qatar.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Empat kapal tanker terbakar tabrak ranjau di Selat Hormuz
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asri Mayang Sari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira