Teheran (ANTARA) - Iran berpotensi menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika agresi terhadap negara itu kembali terjadi, kata anggota parlemen Iran Manouchehr Mottaki pada Senin (2/11).
Sebelumnya pada 31 Oktober, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menginstruksikan militer untuk secara aktif merespons ancaman dari mana pun ancaman tersebut berasal. Instruksi itu disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah perwira tinggi militer.
"Di luar kawasan berarti 'di tempat-tempat yang digunakan untuk menyerang kami'. Saat ini, wilayah geografis yang masuk dalam definisi tersebut, dan terdapat bukti mengenai hal ini, adalah Eropa," kata Mottaki seperti dikutip kantor berita ISNA.
"Dengan demikian, dalam konteks tidak adanya batasan geografis, ya, ini berarti rudal kami dapat menjangkau Eropa," imbuh Mottaki.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Meskipun intensitas konflik sempat mereda, konflik tersebut belum terselesaikan dan masih terdapat risiko kembali pecahnya permusuhan.
Eskalasi konflik tersebut nyaris menghentikan aktivitas pelayaran yang melintasi Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia. Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran siap berunding dengan AS jika tujuh syarat dipenuhi
Baca juga: AS pertimbangkan serangan lanjutkan ke Iran setelah pemilu paruh waktu
Baca juga: Iran ancam perang meluas jika AS kembali lancarkan serangan
Penerjemah: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Katriana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira