Teheran (ANTARA) - Iran memperingatkan Teheran dapat undur diri dari Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) jika permusuhan militer terhadap Republik Islam Iran kembali terjadi.
"Dalam hal nuklir, prioritas kami adalah untuk membahas hak-hak kami, bukan untuk menerima pembatasan pada pihak Iran," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Mohsen Rezaei kepada televisi nasional Iran dikutip pada Minggu.
Menurut dia, Teheran belum menentukan sikap mereka di dalam NPT jika perang kembali berlangsung di masa depan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad mengisyaratkan bahwa badan legislatif tersebut sedang mengkaji peluang Iran untuk mundur dari NPT.
Baca juga: RI prihatin pakta nuklir New START berakhir, desak AS-Rusia berunding
Selain itu, anggota Presidium di Parlemen Iran, Abbas Goudarzi, mengatakan penarikan diri Iran dari NPT merupakan langkah yang "sangat nyata dan mudah dicapai".
Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan besar-besaran terhadap Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran.
AS dan Iran sebenarnya telah menyetujui memorandum untuk memulai proses pembahasan perjanjian perdamaian pada pertengahan Juni lalu, akan tetapi tiga pekan kemudian permusuhan kembali terjadi.
Washington menuding Teheran menyerang sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz, sehingga kedua pihak kembali saling serang.
Hingga kini, pelayaran bebas di Selat Hormuz masih belum dibuka.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Rusia sebut misi berbagi senjata nuklir NATO lemahkan Traktat NPT
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Nabil Ihsan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira