Baghdad (ANTARA) - Presiden Irak Nizar Amedi dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, dalam sebuah percakapan telepon pada Minggu (1/11), menegaskan bahwa dialog dan diplomasi harus tetap menjadi sarana utama untuk menyelesaikan sengketa di kawasan tersebut, demikian pernyataan dari kepresidenan Irak.

Menurut pernyataan tersebut, kedua pemimpin itu menyerukan upaya untuk mengendalikan krisis yang ada, meredakan ketegangan, dan mencegah meluasnya konflik.

Mereka juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih erat antarnegara Arab serta di tingkat regional dan internasional guna memperkuat perdamaian dan stabilitas.

Percakapan via telepon tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketidakstabilan regional yang ditandai dengan risiko keamanan di Selat Hormuz serta meningkatnya bentrokan militer antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Xinhua

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira