Jakarta (ANTARA) - Lima inovasi warga penggerak pengelolaan sampah di Jakarta Selatan menjalani verifikasi lapangan (Verlap) dalam ajang Lomba Pilah Sampah Heroes tingkat Provinsi DKI Jakarta.

"Lomba yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November ini bertujuan melahirkan pahlawan lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Juri Teknis dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Dwi Sukarno di Jakarta, Kamis.

Dwi mengatakan nantinya, pemenang lomba akan diumumkan saat acara puncak peringatan Hari Pahlawan.

Ajang ini, kata dia, tidak sekadar mencari wilayah dengan pengelolaan sampah terbaik, tetapi juga sosok penggerak yang mampu menjadi komunikator perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

"Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat," ucapnya.

Sejumlah indikator yang dinilai, meliputi lokasi pemilahan dan pengolahan sampah, aktivitas serta partisipasi warga, produk yang dihasilkan, strategi mengajak masyarakat, hingga inovasi yang dikembangkan.

"Melalui adanya kolaborasi antara inovasi pengolahan dan partisipasi aktif warga, diharapkan ajang ini mampu mencetak figur inspiratif yang terus menggerakkan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan," ucapnya.

Baca juga: DLH DKI ajak perusahaan perkuat pemilahan sampah dari sumber

Kelima finalis tersebut yakni Tri Sugiarti dari RT 08/RW 02, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan; Imam Basori dari RT 011/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru; Talitha Fauzia Chairunissa dari RW 07, Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama; Nadzifah dari RW 06, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu; serta Liliana Nur Gandi dari SMAN 37 Jakarta, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet.

Mereka dinilai atas inovasi, kreativitas, serta konsistensinya menggerakkan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah di lingkungan masing-masing.

Sementara, salah seorang finalis dari Kelurahan Gandaria Utara, Imam Basori menuturkan, inovasi pengolahan sampah berbasis teknologi menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan nilai manfaat sampah organik.

Ia memaparkan, sejumlah inovasi yang dikembangkan di antaranya Kompos Keliling dengan metode penjemputan sampah rumah tangga secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door).

Kemudian, Komposter Mandiri (Koma), yakni komposter berkapasitas besar untuk skala RT maupun RW, serta Smart Geprek berupa teknologi pencacah dan pemadat sampah.

"Kita punya Kompos Keliling dengan metode penjemputan sampah door-to-door skala rumah tangga. Komposter Mandiri (Koma), komposter skala besar yang diperuntukkan bagi tingkat RT maupun RW, serta Smart Geprek atau teknologi pencacah dan pemadat sampah berbasis teknologi," ucapnya.

Baca juga: 21.000 rumah di Jagakarsa sudah jalankan pemilahan sampah dari sumber

Baca juga: RW 06 Srengseng Sawah jadi percontohan kolaborasi pilah angkut sampah

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Luthfia Miranda Putri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira