Jakarta (ANTARA) - Pernah merasa ruangan tiba-tiba berputar padahal tubuh sedang diam? Kondisi ini bisa membuat seseorang kehilangan keseimbangan, sulit berdiri, bahkan mengalami mual hingga muntah. Sensasi tersebut dikenal sebagai vertigo.
Vertigo sering dianggap sebagai pusing biasa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan. Pusing biasa umumnya ditandai dengan kepala terasa ringan atau seperti melayang, sedangkan vertigo membuat seseorang merasa dirinya atau lingkungan di sekitarnya sedang berputar.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh ketika vertigo kambuh?
Baca juga: Pengobatan vertigo: Cara efektif atasi pusing & gangguan keseimbangan
Baca juga: Kenali faktor risiko vertigo dan kapan waktu yang tepat ke dokter
1. Sistem keseimbangan tubuh mengalami gangguan
Saat vertigo menyerang, sistem vestibular yang berperan mengatur keseimbangan tubuh mengalami gangguan. Sistem ini berada di telinga bagian dalam dan bekerja sama dengan mata serta otak untuk mengetahui posisi dan pergerakan tubuh.
Dalam kondisi normal, ketiga bagian tersebut saling mengirimkan informasi agar tubuh dapat mempertahankan keseimbangan.
Namun, ketika salah satu bagian mengalami gangguan, otak bisa menerima informasi yang tidak sesuai. Akibatnya, seseorang merasa seolah-olah sedang berputar atau bergerak meskipun sebenarnya sedang diam.
2. Kristal kecil di telinga bagian dalam bisa berpindah tempat
Salah satu penyebab vertigo yang cukup umum adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).
Kondisi ini terjadi ketika kristal kalsium kecil yang seharusnya berada di bagian tertentu telinga dalam terlepas dan masuk ke saluran setengah lingkaran yang berisi cairan.
Saluran tersebut berfungsi mendeteksi pergerakan kepala. Ketika kristal berpindah dan ikut bergerak di dalamnya, sistem keseimbangan mengirimkan sinyal yang keliru ke otak.
Inilah yang membuat seseorang mengalami sensasi berputar, terutama ketika mengubah posisi kepala, seperti bangun tidur, menoleh, atau berbaring.
3. Mata bergerak tanpa disadari
Ketika vertigo kambuh, sebagian orang mengalami kondisi yang disebut nistagmus, yaitu gerakan bola mata yang berulang dan tidak dapat dikendalikan secara sadar.
Hal ini terjadi karena sistem keseimbangan memiliki hubungan erat dengan saraf yang mengatur pergerakan mata.
Ketika otak menerima sinyal keseimbangan yang tidak sesuai, gerakan mata ikut terpengaruh. Akibatnya, pandangan terasa bergerak, lingkungan tampak bergoyang, atau seseorang kesulitan memusatkan penglihatan.
Baca juga: Waspadai vertigo yang disertai gejala lain, mungkin penanda stroke
4. Tubuh kehilangan keseimbangan dan terasa mual
Gangguan pada sistem vestibular tidak hanya memengaruhi penglihatan, tetapi juga kemampuan tubuh untuk mempertahankan posisi.
Itulah sebabnya vertigo sering disertai sensasi sempoyongan, sulit berjalan lurus, berkeringat dingin, mual, hingga muntah.
Rasa mual tersebut muncul karena adanya ketidaksesuaian informasi antara sistem keseimbangan, penglihatan, dan bagian otak yang mengatur respons mual.
Pada beberapa orang, serangan vertigo hanya berlangsung beberapa detik. Namun, ada juga yang mengalaminya selama beberapa jam atau lebih, tergantung penyebabnya.
5. Tidak semua vertigo berasal dari telinga
Meskipun gangguan telinga bagian dalam menjadi penyebab yang paling sering ditemukan, vertigo juga bisa berasal dari gangguan sistem saraf pusat, termasuk otak.
Vertigo perifer biasanya berkaitan dengan masalah telinga bagian dalam atau saraf vestibular. Sementara itu, vertigo sentral berhubungan dengan gangguan pada otak, misalnya akibat stroke atau kondisi neurologis lainnya.
Karena penyebabnya berbeda, penanganan vertigo juga tidak bisa disamaratakan.
Apa yang harus dilakukan saat vertigo kambuh?
Ketika sensasi berputar muncul, segera duduk atau berbaring di tempat yang aman untuk mengurangi risiko terjatuh. Hindari menggerakkan kepala secara tiba-tiba dan cobalah beristirahat di ruangan yang tenang.
Jangan memaksakan diri untuk berjalan, mengendarai kendaraan, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan keseimbangan.
Jika vertigo sering kambuh, berlangsung lama, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Perlu diwaspadai, vertigo yang disertai kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, penglihatan ganda, atau sakit kepala hebat secara tiba-tiba membutuhkan pertolongan medis darurat karena bisa menjadi tanda stroke.
Dengan memahami apa yang sebenarnya terjadi saat vertigo kambuh, seseorang dapat lebih mengenali gejalanya dan tidak menganggap semua sensasi pusing sebagai kondisi yang sama.
Baca juga: Gejala yang mengarah berisiko stroke tanpa disadari
Baca juga: Maag dan vertigo jadi gangguan kesehatan paling umum saat berpuasa
Baca juga: Penelitian: Kecemasan dan vertigo bisa jadi indikasi tumor otak jinak
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Raihan Fadilah
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira