Moskow (ANTARA) - Kementerian Pertahanan Inggris akan memberlakukan pembatasan wilayah udara di atas ratusan fasilitas militer hingga akhir tahun ini menyusul meningkatnya insiden yang melibatkan pesawat nirawak atau drone, kata Menteri Angkatan Bersenjata Louise Sandher-Jones.
Dengan mengutip data Kementerian Pertahanan, surat kabar The Independent pada September melaporkan bahwa jumlah insiden terkait drone di sekitar fasilitas militer mencapai 340 kasus selama delapan bulan pertama 2026.
Sebagai perbandingan, tercatat 250 insiden sepanjang 2025 dan 126 insiden pada 2024.
"Pembatasan wilayah udara telah diberlakukan di 50 fasilitas pertahanan, dengan tambahan 170 fasilitas diperkirakan akan menyusul pada Desember 2026," kata Sandher-Jones dalam jawaban tertulis atas pertanyaan anggota parlemen Mark Pritchard.
Ia menyebutkan bahwa anggaran pertahanan mencakup tambahan dana sebesar 470 juta pounds (sekitar Rp11,3 triliun) untuk pengembangan infrastruktur terkait keamanan.
Secara khusus, sebanyak 15 juta pounds (sekitar Rp362,7 miliar) telah diinvestasikan selama 18 bulan terakhir untuk mengembangkan sistem penanggulangan drone di pangkalan militer.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Katriana
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira