Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Oktober 2026 sebesar 2,52 persen, yang disumbang oleh kelompok makanan, minuman (mamin), dan tembakau dengan andil sebesar 0,66 persen.

"Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah daging ayam ras, beras, dan minyak goreng," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin.

Lebih rinci, dia menyebutkan daging ayam ras memiliki andil sebesar 0,46 persen terhadap inflasi tahunan pada Oktober 2026, kemudian beras sebesar 0,11 persen, sedangkan minyak goreng 0,08 persen.

Dia juga mengatakan kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi tahun ke tahun yang cukup tinggi, yaitu kelompok transportasi dengan andil inflasi sebesar 0,6 persen. Inflasi pada kelompok tersebut terutama disumbang oleh komoditas bensin dengan andil 0,11 persen.

Baca juga: Inflasi Jakarta pada Oktober 2026 tercatat 0,13 persen

Lalu, komoditas lain penyumbang utama inflasi tahun ke tahun, yakni emas perhiasan dengan andil sebesar 0,23 persen.

Lebih lanjut, merujuk data BPS RI, tingkat inflasi tahunan Jakarta pada Oktober 2026 merupakan yang terendah se-Indonesia, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,54.

Sementara itu, inflasi tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 8,07 persen, dengan IHK sebesar 117,24.

Pada Oktober 2026, inflasi tahunan secara nasional tercatat sebesar 3,23 persen dengan IHK sebesar 112,56.

Di sisi lain, inflasi bulanan Jakarta pada Oktober 2026 sebesar 0,13 persen disumbang terutama oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman, atau restoran dengan andil sebesar 0,03 persen.

"Adapun komoditas penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah sate, martabak dan pizza," ungkap Kadarmanto.

Baca juga: BPS DKI sudah mendata 1,4 juta usaha dalam Sensus Ekonomi 2026

Baca juga: Inflasi tahunan Jakarta capai 2,71 persen pada September 2026

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira