Indonesia memandang perlindungan pelaut dan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menegaskan komitmen memperkuat perlindungan pelaut dan keselamatan jalur pelayaran global dalam Sidang Dewan International Maritime Organization (IMO) Ke-138 di London, Inggris, melalui penguatan kerja sama serta penghormatan hukum internasional.

"Indonesia memandang perlindungan pelaut dan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama," kata Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Samsuddin terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Delegasi Republik Indonesia (Delri) menghadiri Sidang Dewan International Maritime Organization (IMO) Ke-138, yang berlangsung pada tanggal 2-6 November 2026 di Markas Besar IMO, London, Inggris.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, turut berpartisipasi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam pembahasan berbagai isu strategis kemaritiman global.

Pada Sidang Dewan IMO tersebut, Delri dipimpin Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Desra Percaya, bersama Wakil Kepala Perwakilan KBRI London, Sahadatun Donatirin, dan Atase Perhubungan KBRI London, Kanti Pinakesti Tjahjono serta perwakilan delegasi lainnya.

Sidang Dewan IMO Ke-138 tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez.

Sidang membahas sejumlah agenda penting terkait tata kelola organisasi, strategi dan perencanaan, pengelolaan sumber daya manusia, laporan keuangan, serta kontribusi negara anggota.

Selain itu, sidang turut membahas perlindungan jalur pelayaran vital (Protection of Vital Shipping Lanes), peninjauan kontrak Sekretaris Jenderal IMO, serta pertimbangan penunjukan Auditor Eksternal IMO untuk periode berikutnya.

Dalam pembahasan perlindungan jalur pelayaran vital, Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya menjamin perlindungan pelaut sebagai warga sipil serta menghormati kebebasan bernavigasi di jalur pelayaran internasional sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama antara Negara Pantai dan IMO dalam menjaga keselamatan jalur pelayaran vital, serta mengedepankan deeskalasi, dialog, dan diplomasi untuk mengatasi konflik.

Menurut Samsuddin, keselamatan pelaut dan keberlangsungan aktivitas pelayaran internasional harus menjadi perhatian bersama seluruh negara.

"Seluruh pihak perlu menahan diri, menjamin keselamatan pelaut, serta tidak menghambat bantuan kemanusiaan dan pemulangan pelaut,” tutur Samsuddin.

Partisipasi Indonesia dalam Sidang Dewan IMO Ke-138 merupakan wujud komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus berkontribusi dalam memperkuat tata kelola maritim global, menjaga keselamatan pelayaran, serta mendorong perlindungan pelaut dan penghormatan terhadap hukum internasional.

“Melalui forum IMO, Indonesia akan terus menyuarakan kepentingan maritim nasional sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem pelayaran dunia yang aman, adil dan berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Menhub pastikan keterlibatan RI jadi Anggota Dewan IMO efektif

Baca juga: RI terpilih jadi Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2026–2027

Baca juga: Indonesia komitmen dorong sektor maritim global aman dan berkelanjutan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Harianto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira