Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menyampaikan kutukan keras atas serangan teror terhadap sebuah gereja Ortodoks di Karak, Yordania, pekan lalu, serta menyampaikan solidaritas terhadap raja dan rakyat Yordania di tengah tragedi memilukan tersebut.

“Indonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka,” menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial, di Jakarta, Senin.

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan serta mendoakan pemulihan segera bagi seluruh korban yang cedera dalam tragedi tersebut.

Indonesia menyampaikan solidaritas penuh kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania dalam menghadapi situasi sulit akibat serangan teror itu.

Indonesia juga menyatakan dukungan penuh terhadap segala upaya dan langkah tegas pemerintah Yordania untuk menjaga stabilitas nasional dan menindak para pelaku serangan teror.

Sementara itu, Kemlu RI melalui KBRI Amman terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas setempat menyusul insiden di Karak itu.

“Langkah tersebut guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia di Yordania,” demikian Kemlu RI melalui pernyataannya.

Serangan teror terjadi saat acara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di desa Hamoud, kegubernuran Karak, Yordania selatan, sehingga mengakibatkan delapan orang tewas dan 27 lainnya terluka.

Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh mengatakan negaranya telah menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Farrayeh menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang harus dikecam habis-habisan.

Stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan ada dua orang bersenjata keluar dari sebuah kendaraan dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah gereja, di mana sedang berlangsung upacara pemakaman.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi tersebut bahwa para penyerang menembak tanpa henti selama sekitar lima menit sebelum melarikan diri. Menurut saksi tersebut, ada sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di luar gereja.

Raja Abdullah II menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris yang akan dibalas sekeras-kerasnya. "Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami," ujarnya.

Baca juga: Malaysia kutuk serangan gereja di Karak Yordania

Baca juga: Yordania tetapkan masa berkabung tiga hari setelah serangan di gereja

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Nabil Ihsan

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira