Jakarta (ANTARA) - Indonesia resmi bergabung dalam Industrial Deep Decarbonization Initiative (IDDI) guna memperkuat upaya dekarbonisasi industri melalui pengembangan pasar material rendah karbon dan pengadaan publik hijau.

Direktur Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Indonesia Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan pengadaan publik harus menjadi instrumen untuk transformasi pasar yang mendorong penggunaan produk rendah karbon dan mempercepat investasi industri berkelanjutan.

"Ketika pemerintah secara konsisten menciptakan permintaan untuk produk rendah karbon, industri akan menerima sinyal yang jelas bahwa berinvestasi dalam keberlanjutan memiliki nilai ekonomi dan pasar yang nyata," kata Dwi terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Indonesia telah mengumumkan keikutsertaan dalam Industrial Deep Decarbonization Initiative (IDDI), sebuah koalisi global yang dikoordinasikan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) guna mendorong permintaan terhadap material rendah karbon pada awal bulan ini.

Baca juga: Bappenas: Budi daya ikan rendah karbon buka ekspor ke pasar premium

Pengumuman itu disampaikan dalam acara Regional Dialogue on Advancing Green Public Procurement in Asia (Dialog Regional tentang Memajukan Pengadaan Publik Hijau di Asia) yang diselenggarakan LKPP Indonesia, bekerja sama dengan UNIDO, Agora Industry, dan Industrious Labs di Jakarta.

Bersamaan dengan pengumuman itu, diluncurkan pula kemitraan formal antara LKPP dan UNIDO untuk menerjemahkan ambisi tingkat tinggi terkait Pengadaan Publik Hijau (Green Public Procurement/GPP) ke dalam implementasi praktis.

GPP dipandang sebagai penggerak utama untuk membuka investasi teknologi hijau yang dapat menurunkan emisi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja di kawasan Asia.

Dengan porsi belanja publik yang signifikan dalam pengeluaran nasional, pemanfaatan permintaan pemerintah melalui GPP dinilai mampu menjadi katalis bagi percepatan transformasi industri hijau.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Muhammad Harianto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira