Jakarta (ANTARA) - PT Indika Energy Tbk membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 20,2 juta dolar AS hingga kuartal III 2026, meningkat dari 0,5 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun pendapatan tercatat sebesar 1.842,3 juta dolar AS per akhir September 2026 atau naik 27,7 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 1.443,0 juta dolar AS.
"Kinerja perseroan hingga kuartal III 2026 menunjukkan penguatan operasional, tercermin dari pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan adjusted EBITDA," kata Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Azis menambahkan bahwa capaian ini menjadi pijakan untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru, dengan hampir seluruh belanja modal diarahkan ke bisnis nonbatu bara, terutama proyek Awak Mas.
Bersamaan dengan itu, ujar dia, perseroan terus menjaga kinerja bisnis yang selama ini menjadi penopang untuk mendukung transformasi dan pertumbuhan jangka panjang.
Lebih lanjut, perseroan mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan kontribusi Kideco Jaya Agung (Kideco), Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), dan Indika Indonesia Resources (IIR).
Pendapatan Kideco meningkat 16,8 persen menjadi 1.345,6 juta dolar AS, didukung kenaikan harga jual rata-rata sebesar 14,0 persen menjadi 56,3 dolar AS per ton serta peningkatan volume penjualan sebesar 496 ribu ton atau 2,2 persen menjadi 22,6 juta ton.
Kemudian, pendapatan IIR meningkat 94,7 persen menjadi 91,9 juta dolar AS. Volume perdagangan batu bara meningkat 107,7 persen menjadi 966 ribu ton pada kuartal III 2026 dari 465 ribu ton pada kuartal III 2025.
Sementara pendapatan Tripatra meningkat 64,4 persen menjadi 289,7 juta dolar AS serta pendapatan Interport meningkat 47,4 persen menjadi 137,2 juta dolar AS yang terutama didukung pertumbuhan bisnis perdagangan bahan bakar.
Perseroan menyampaikan bahwa beban pokok kontrak dan penjualan meningkat 25,1 persen menjadi 1.562,2 juta dolar AS pada kuartal III 2026 dari 1.249,2 juta dolar AS pada kuartal III 2025.
Adapun laba kotor perseroan meningkat 44,6 persen menjadi 280,1 juta dolar AS, dengan margin laba kotor konsolidasian naik menjadi 15,2 persen pada kuartal III 2026. Sementara laba usaha tumbuh 92,6 persen menjadi 155,9 juta dolar AS, dengan margin laba usaha meningkat menjadi 8,5 persen.
Kontribusi laba bersih entitas asosiasi meningkat menjadi 11,0 juta dolar AS dari 8,7 juta dolar AS, terutama didukung peningkatan kontribusi Cirebon Energi Prasarana (CEPR).
Beban keuangan sedikit menurun menjadi 51,6 juta dolar AS. Perseroan mencatat rugi selisih kurs sebesar 9,8 juta dolar AS, terutama akibat pelemahan rupiah, dengan 7,1 juta dolar AS di antaranya merupakan rugi yang belum terealisasi dan bersifat nontunai.
Adjusted EBITDA perseroan meningkat 36,8 persen menjadi 212,9 juta dolar AS dari 155,6 juta dolar AS pada 9M25, dengan margin naik menjadi 11,6 persen dari 10,8 persen. Sedangkan adjusted EBITDA untuk periode 12 bulan terakhir (LTM) yang berakhir pada 30 September 2026 tercatat sebesar 277,9 juta dolar AS.
Sejalan dengan upaya memperkuat portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, Perseroan mengalokasikan 148,5 juta dolar AS atau 97,9 persen dari total belanja modal sebesar 151,7 juta dolar AS untuk bisnis nonbatu bara.
Alokasi tersebut terutama ditujukan bagi pengembangan proyek Awak Mas sebesar 127,6 juta dolar AS, setara 84,1 persen dari total belanja modal perseroan.
Per 30 September 2026, progres konstruksi Awak Mas mencapai 72,84 persen menuju penyelesaian tahap C2, dengan total biaya proyek yang telah dikeluarkan sebesar 397,5 juta dolar AS.
Baca juga: Gandeng Indika Group, KJL perkuat posisi di Patimban dan Balikpapan
Baca juga: Indika Energy bukukan pendapatan 906,8 juta dolar AS di kuartal I-2023
Baca juga: Indika Energy telah menjalankan program restorasi mangrove sejak 2010
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Rizka Khaerunnisa
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira